Berita

Peringatan keamanan bagi warga AS di Israel pada Senin, 8 Juni 2026 (Unggahan akun X @usembassyjlm)

Dunia

Kedutaan AS Tutup Layanan Pasca Serangan Iran

SENIN, 08 JUNI 2026 | 10:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Yerusalem memerintahkan seluruh pegawai pemerintah AS beserta anggota keluarga mereka di Israel untuk bersiap berlindung jika sirene peringatan serangan berbunyi. 

Langkah ini diambil menyusul meningkatnya kekhawatiran akan eskalasi konflik setelah serangan rudal Iran ke wilayah utara Israel.

Dalam pernyataan resminya yang diunggah di platform X, Kedutaan Besar AS mengumumkan penutupan layanan konsuler di Yerusalem dan kantor cabangnya di Tel Aviv pada Senin, 8 Juni 2026.


"Sebagai akibat dari situasi keamanan saat ini di Israel, termasuk peringatan Komando Pertahanan Dalam Negeri untuk beberapa wilayah, Kedutaan Besar AS telah menginstruksikan semua pegawai pemerintah AS dan anggota keluarga mereka untuk berlindung di tempat, dan bersiap untuk pindah ke tempat berlindung yang aman jika terjadi peringatan merah, hingga pemberitahuan lebih lanjut," demikian pernyataan kedutaan.

Sebelumnya, media Israel melaporkan bahwa Iran telah meluncurkan sekitar 10 rudal balistik ke wilayah utara Israel dalam beberapa gelombang serangan yang berlangsung selama sekitar satu jam.

Militer Israel menyatakan seluruh rudal tersebut berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara atau jatuh di area terbuka yang tidak berpenghuni. Hingga kini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa, luka-luka, maupun kerusakan akibat serangan tersebut.

Setelah situasi dinilai aman, Komando Pertahanan Dalam Negeri Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyampaikan bahwa warga sipil di wilayah yang sebelumnya menerima peringatan sirene sudah diperbolehkan meninggalkan tempat perlindungan bom.

Peringatan terbaru dari Kedutaan Besar AS ini muncul setelah pekan lalu mereka mengeluarkan imbauan keamanan bagi warga negara Amerika di kawasan tersebut. Saat itu, kedutaan meminta warga AS meningkatkan kewaspadaan di Israel, Tepi Barat, dan Gaza, meski tidak menjelaskan secara rinci alasan yang melatarbelakangi peringatan tersebut.

Populer

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

UPDATE

Anomali Hukum Acara Pidana dalam Kasus Mantan Jampidsus

Minggu, 19 Juli 2026 | 22:14

Refleksi 30 Tahun Kudatuli, Prof Sukidi Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Alat Negara

Minggu, 19 Juli 2026 | 22:04

Gejolak Iran-AS Perpanjang Krisis Energi Global, Indonesia harus Belajar dari India

Minggu, 19 Juli 2026 | 21:41

Hotman Paris Harus Percaya Diri, Tak Perlu Bawa Presiden di Kasus Febri Ardiansyah

Minggu, 19 Juli 2026 | 21:17

Jerat Kemiskinan

Minggu, 19 Juli 2026 | 20:37

Polda Jateng Diminta Profesional Tuntaskan Sengkarut Proyek SMKN 1 Lumbir

Minggu, 19 Juli 2026 | 19:57

Polisi Gelar Patroli Nobar Final Argentina vs Spanyol

Minggu, 19 Juli 2026 | 19:22

KPK Usul Negara Biayai Alat Kampanye Pemilu

Minggu, 19 Juli 2026 | 18:35

Wamenaker Ingin Sinergi SP Pegadaian dan Manajemen jadi Role Model BUMN Lain

Minggu, 19 Juli 2026 | 18:05

Gerindra Tegaskan Prabowo Tak Pernah Intervensi Penegakan Hukum

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:53

Selengkapnya