Berita

Ilustrasi (Artifical Inteligence)

Bisnis

Ketegangan Iran-Israel Kerek Harga Minyak Dunia

SENIN, 08 JUNI 2026 | 10:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia naik lebih dari 2 persen pada awal perdagangan Senin, 8 Juni 2026, setelah Iran menembakkan rudal ke Israel, memicu kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah akan semakin meluas dan mengganggu pasokan energi global.

Minyak mentah Brent, yang menjadi patokan harga minyak internasional, naik 2,42 persen menjadi 92,73 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dari Amerika Serikat menguat 2,44 persen ke level 95,36 Dolar AS per barel.

Kenaikan harga terjadi karena pasar khawatir konflik antara Iran dan Israel akan berlangsung lebih lama. Timur Tengah merupakan salah satu wilayah penghasil minyak terbesar di dunia, sehingga setiap peningkatan ketegangan berpotensi mengganggu produksi maupun distribusi minyak global.


Kekhawatiran investor semakin meningkat setelah Iran menembakkan rudal ke Israel untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata diberlakukan. Pemerintah Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa Presiden AS, Donald Trump, telah menerima laporan mengenai perkembangan terbaru konflik tersebut.

Trump mengatakan serangan rudal Iran tidak akan membantu proses negosiasi yang sedang berlangsung. Di sisi lain, seorang pejabat Iran yang terlibat dalam pembicaraan dengan Washington menyatakan bahwa peluang tercapainya kesepakatan dengan AS semakin kecil dalam situasi saat ini.

Ketegangan juga meningkat setelah Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa pangkalan dan aset AS di kawasan dapat dianggap sebagai target yang sah jika terjadi pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.

Meski demikian, kenaikan harga minyak berpotensi tertahan oleh keputusan kelompok produsen minyak OPEC+ yang sepakat menaikkan target produksi sebesar 188.000 barel per hari mulai Juli. Tambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu menyeimbangkan pasar dan mengurangi tekanan kenaikan harga.

Untuk saat ini, fokus utama pelaku pasar tetap tertuju pada perkembangan konflik Iran-Israel. Selama risiko gangguan pasokan dari Timur Tengah masih tinggi, harga minyak berpeluang tetap bergerak di level yang tinggi dan cenderung berfluktuasi.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

RUU Perampasan Aset Diusulkan Ganti Nama, Berikut Nomenklaturnya

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:07

Purbaya Sudah Cairkan Rp20,5 Triliun ke 490 Pemda buat Gaji PPPK

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:52

Koperasi Jadi Kunci Hilirisasi Sawit dan Penguatan Daya Tawar Petani

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:50

Songs for Sumatera-Human Initiative Pulihkan Fasilitas MIN 4 Aceh Tamiang

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:38

Subsidi Pertalite Bocor, Kelompok Kaya Masih Nikmati Kucuran Negara

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:32

Pengacara Gus Yaqut Bongkar Duduk Persoalan Pembagian Kuota Haji Tambahan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:16

Usai Bertemu Purbaya, Bahlil Bakal Perketat Orang Kaya yang Pakai Pertalite

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:58

12 Saksi Diperiksa, Sekretaris Kepala BGN Ikut Terseret Kasus MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:46

Rudy Tanoe Irit Bicara soal Korupsi Penyaluran Bansos Usai Diperiksa KPK 4,5 Jam

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:42

Selengkapnya