Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Badai Timur Tengah dan Data AS Guncang Harga Logam Mulia

SENIN, 08 JUNI 2026 | 08:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar logam mulia mengalami pekan yang berat setelah tertekan sentimen global. Memasuki perdagangan Senin, 8 Juni 2026, baik emas maupun perak mencoba mempertahankan posisi defensif mereka setelah sempat tiarap hingga menyentuh level terendah dalam dua bulan terakhir pada pekan lalu.

Saat ini, emas diperdagangkan di kisaran 4.300 Dolar AS per ons setelah anjlok hampir 5 persen pekan lalu. 

Nasib serupa menimpa perak yang kini tertahan di dekat 68 Dolar AS per ons setelah merosot tajam hingga 10 persen dalam periode yang sama.


Dua faktor utama menjadi penyebab kejatuhan. Pertama adalah ketegangan Timur Tengah. Eskalasi geopolitik kembali memanas setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel sebagai respons atas aktivitas militer di Lebanon. Meski militer Israel mengklaim seluruh proyektil berhasil dicegat tanpa adanya korban jiwa, dampak ekonominya tetap menjalar ke pasar global.

Konflik yang berkepanjangan ini memicu penutupan hampir total pada Selat Hormuz, jalur urat nadi distribusi energi dunia. Akibatnya, pasokan energi dari Teluk Persia terganggu, harga minyak mentah terkerek naik, dan kekhawatiran akan lonjakan inflasi global kembali mencuat.

Kedua, efek keperkasaan data tenaga kerja AS (Hot Labor Market)

Selain faktor geopolitik, tekanan berat juga datang dari negeri Paman Sam. Data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) terbit lebih kuat dari perkiraan pasar. Sektor tenaga kerja yang masih "panas" ini langsung mengubah peta ekspektasi kebijakan moneter bank sentral AS.

The Federal Reserve (The Fed) kini diprediksi memiliki ruang lebih besar untuk kembali agresif. Pasar merespons cepat dengan menaikkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Desember mendatang menjadi 70 persen, melonjak signifikan dari yang sebelumnya hanya berkisar di angka 50 persen.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya