Berita

Dr. Rasminto. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Politik

Akademisi: Nasionalisme Punya Peran Penting di Wilayah Perbatasan

SENIN, 08 JUNI 2026 | 06:16 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Akademisi Universitas Muhammadiyah Indonesia sekaligus Anggota Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) Provinsi DKI Jakarta, Dr. Rasminto mengingatkan pentingnya memperkuat nasionalisme di wilayah perbatasan sebagai benteng utama menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah meningkatnya tantangan global dan ancaman kejahatan lintas negara. 

"Daerah perbatasan tidak hanya berfungsi sebagai batas geografis suatu negara, melainkan juga menjadi beranda terdepan yang mencerminkan kekuatan identitas, persatuan, dan ketahanan bangsa," kata Rasminto dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 8 Juni 2026. 

Menurutnya, pembangunan wilayah perbatasan harus berjalan seiring dengan penguatan karakter kebangsaan masyarakat.


"Wilayah perbatasan merupakan wajah Indonesia yang pertama kali dilihat dunia. Karena itu, masyarakat di kawasan perbatasan harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan, kedaulatan, dan kepentingan nasional. Nasionalisme yang kuat menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan yang terus berkembang," ujarnya. 

Ia menjelaskan, wilayah strategis seperti Kepulauan Riau memiliki peran penting karena berada di jalur perdagangan internasional dan berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga. 

"Posisi tersebut memberikan peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi, investasi, dan perdagangan, namun pada saat yang sama juga menghadirkan berbagai kerawanan yang perlu diantisipasi," tegasnya. 

Rasminto menyoroti maraknya peredaran narkotika, penyelundupan barang ilegal, perdagangan manusia, kejahatan siber, hingga berbagai bentuk kejahatan transnasional yang kerap memanfaatkan wilayah perbatasan sebagai jalur perlintasan. 

Lanjut dia, ancaman tersebut tidak hanya berdampak pada aspek keamanan, tetapi juga berpotensi menggerus nilai-nilai kebangsaan apabila masyarakat tidak memiliki kesadaran nasional yang kuat.

"Ancaman terhadap bangsa saat ini tidak selalu hadir dalam bentuk agresi militer. Banyak ancaman yang masuk melalui jalur ekonomi, sosial, budaya, teknologi informasi, hingga kejahatan lintas negara. Karena itu, penguatan wawasan kebangsaan menjadi bagian penting dari sistem pertahanan bangsa yang harus dibangun secara berkelanjutan," bebernya.

Lebih lanjut, Rasminto menilai pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan harus dibarengi dengan pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter, berintegritas, serta memiliki kecintaan terhadap tanah air. Menurut dia, kemajuan suatu daerah akan lebih kokoh apabila ditopang oleh masyarakat yang memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat.

"Investasi dapat membangun kawasan, tetapi nasionalisme yang akan menjaganya. Infrastruktur dapat mempercepat pertumbuhan, tetapi semangat kebangsaan yang akan memastikan pembangunan tersebut tetap berada dalam koridor kepentingan nasional," tuturnya.

Ia menambahkan bahwa wawasan kebangsaan yang berlandaskan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus terus ditanamkan kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda yang akan menjadi pemimpin bangsa di masa depan.

"Generasi muda di wilayah perbatasan perlu dibekali kemampuan dan penguatan wawasan kebangsaan untuk menyaring berbagai pengaruh negatif yang datang melalui arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat," tandasnya.  


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Digiring ke Bareskrim, 10 Tersangka Sabu Blue Ice 1,2 Ton Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

KPK Bongkar Kejanggalan Status Bima-Richard dan Proyek Pengadaan BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

Menlu RI dan Singapura Bertemu, Bahas Penindakan Korporasi Pelaku Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:47

Lula dan Prabowo dalam Angka juga Cerita

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:30

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Tonggak Persatuan Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:22

Dari Vietnam, Gus Lilur Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:21

BRIN Percepat Uji Klinis 19 Kandidat Obat Herbal Menuju Fitofarmaka

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:16

Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa di Era Prabowo-Gibran

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:12

BCA Catat Laba Bersih Rp45,2 Triliun, Naik 4,2 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05

Daftar Peringkat Ballon d'Or 2026: Harry Kane Juara, Messi Posisi Kelima

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya