Mahasiswa IPB University dalam ajang Program Mahasiswa Berdampak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2025 di Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta. (Foto: Humas IPB University)
Komitmen IPB University dalam menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kembali memperoleh pengakuan di tingkat nasional dengan meraih Juara Umum Program Mahasiswa Berdampak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2025.
Diselenggarakan di Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, kegiatan ini menjadi ajang apresiasi bagi mahasiswa serta perguruan tinggi yang mampu menghadirkan program inovatif, aplikatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Dalam ajang tersebut, IPB University berhasil meraih prestasi pada lima kategori sekaligus, yakni Juara 2 Poster Terbaik, Juara 1 Video Terbaik, Juara 2 Inovasi Teknologi Terbaik, Juara 1 Dosen Inspiratif, serta Juara Umum Mahasiswa Berdampak 2025. Perolehan ini menunjukkan bahwa program yang dijalankan tidak hanya unggul dari sisi gagasan dan inovasi, tetapi juga kuat dalam aspek komunikasi publik, dokumentasi kegiatan, penerapan teknologi, serta peran pendampingan dosen dalam menggerakkan mahasiswa dan masyarakat.
Rektor Dr Alim Setiawan Slamet menyampaikan bahwa capaian ini menegaskan komitmen IPB University dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada keunggulan akademik, tetapi juga pada kontribusi sosial, inovasi teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.
“Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat mampu menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan riil di lapangan,” ungkap Alim dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu, 7 Juni 2026.
Tim IPB University melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat melalui program berjudul “Penerapan Inovasi Atraktor Cumi-Cumi dan Produk Zero Waste di Desa Sangrawayang dalam Mewujudkan Ekosistem Bisnis Menuju Ekonomi Biru.”
Ketua Tim, Muh Faturokhman, SPt, MSi menjelaskan, program ini dirancang untuk menjawab tantangan masyarakat pesisir melalui penerapan inovasi teknologi perikanan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Para nelayan dan anggota Karang Taruna Desa Sangrawayang berperan aktif dalam proses pelaksanaan program di lapangan.
“Melalui penerapan atraktor cumi-cumi, program ini diharapkan dapat membantu nelayan meningkatkan produktivitas tangkapan secara lebih terarah, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Fatur yang juga Asisten Direktur Pembinaan Karakter, Organisasi Kemahasiswaan, Olahraga dan Kesenian Mahasiswa IPB University.
Selain itu, ia melanjutkan, pengembangan produk zero waste berbasis cumi-cumi menjadi langkah strategis untuk menciptakan nilai tambah ekonomi, mengurangi limbah hasil perikanan, serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa, khususnya generasi muda.
Selain Fatur, program ini turut didampingi Prof Mulyono, dan Dr Roza Yusfiandayani, yang berperan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan pemberdayaan.
Bagi IPB University, keberhasilan ini menunjukkan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi dapat menjadi sarana untuk menghasilkan inovasi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. “Inovasi atraktor cumi-cumi dan pengolahan cumi-cumi diharapkan mampu meningkatkan ekonomi nelayan, memperkuat kemandirian masyarakat pesisir, serta mendorong ekosistem bisnis masyarakat pesisir menuju ekonomi biru,” pungkasnya.