Berita

Mahasiswa IPB University dalam ajang Program Mahasiswa Berdampak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2025 di Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta. (Foto: Humas IPB University)

Nusantara

IPB University Raih Juara Umum Program Mahasiswa Berdampak Kemendiktisaintek

SENIN, 08 JUNI 2026 | 02:50 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Komitmen IPB University dalam menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kembali memperoleh pengakuan di tingkat nasional dengan meraih Juara Umum Program Mahasiswa Berdampak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2025. 

Diselenggarakan di Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, kegiatan ini menjadi ajang apresiasi bagi mahasiswa serta perguruan tinggi yang mampu menghadirkan program inovatif, aplikatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. 

Dalam ajang tersebut, IPB University berhasil meraih prestasi pada lima kategori sekaligus, yakni Juara 2 Poster Terbaik, Juara 1 Video Terbaik, Juara 2 Inovasi Teknologi Terbaik, Juara 1 Dosen Inspiratif, serta Juara Umum Mahasiswa Berdampak 2025. Perolehan ini menunjukkan bahwa program yang dijalankan tidak hanya unggul dari sisi gagasan dan inovasi, tetapi juga kuat dalam aspek komunikasi publik, dokumentasi kegiatan, penerapan teknologi, serta peran pendampingan dosen dalam menggerakkan mahasiswa dan masyarakat. 


Rektor Dr Alim Setiawan Slamet menyampaikan bahwa capaian ini menegaskan komitmen IPB University dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada keunggulan akademik, tetapi juga pada kontribusi sosial, inovasi teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.

“Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat mampu menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan riil di lapangan,” ungkap Alim dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu, 7 Juni 2026.

Tim IPB University melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat melalui program berjudul “Penerapan Inovasi Atraktor Cumi-Cumi dan Produk Zero Waste di Desa Sangrawayang dalam Mewujudkan Ekosistem Bisnis Menuju Ekonomi Biru.”

Ketua Tim, Muh Faturokhman, SPt, MSi menjelaskan, program ini dirancang untuk menjawab tantangan masyarakat pesisir melalui penerapan inovasi teknologi perikanan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Para nelayan dan anggota Karang Taruna Desa Sangrawayang berperan aktif dalam proses pelaksanaan program di lapangan.

“Melalui penerapan atraktor cumi-cumi, program ini diharapkan dapat membantu nelayan meningkatkan produktivitas tangkapan secara lebih terarah, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Fatur yang juga Asisten Direktur Pembinaan Karakter, Organisasi Kemahasiswaan, Olahraga dan Kesenian Mahasiswa IPB University.

Selain itu, ia melanjutkan, pengembangan produk zero waste berbasis cumi-cumi menjadi langkah strategis untuk menciptakan nilai tambah ekonomi, mengurangi limbah hasil perikanan, serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa, khususnya generasi muda. 

Selain Fatur, program ini turut didampingi Prof Mulyono, dan Dr Roza Yusfiandayani, yang berperan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan pemberdayaan.

Bagi IPB University, keberhasilan ini menunjukkan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi dapat menjadi sarana untuk menghasilkan inovasi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. “Inovasi atraktor cumi-cumi dan pengolahan cumi-cumi diharapkan mampu meningkatkan ekonomi nelayan, memperkuat kemandirian masyarakat pesisir, serta mendorong ekosistem bisnis masyarakat pesisir menuju ekonomi biru,” pungkasnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya