Berita

Anggota Komisi XII DPR RI Yulian Gunhar. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Politik

Legislator PDIP Geram Lubang Pasca-Tambang Kembali Menelan Korban

SENIN, 08 JUNI 2026 | 02:23 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Anggota Komisi XII DPR RI Yulian Gunhar mendesak penghentian total seluruh aktivitas pertambangan PT Energi Cahaya Industritama (ECI) menyusul meninggalnya Muhammad Aji Wardana (29) yang tenggelam di lubang tambang perusahaan tersebut di Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu, 6 Juni 2026.

Korban terbaru ini menambah jumlah korban jiwa akibat lubang tambang di Kalimantan Timur menjadi 53 orang. Lebih memprihatinkan lagi, Muhammad Aji merupakan korban keempat yang meninggal di area tambang milik PT ECI setelah sebelumnya Nadia Zaskia Putri (2014), Dias Mahendra (2016), dan Edi Kurniawan (2016) juga tewas di lokasi yang sama.

Gunhar menilai tragedi yang terus berulang tersebut tidak bisa lagi dianggap sebagai kecelakaan biasa.


"Empat korban jiwa di area perusahaan yang sama ini tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa," ujar Yulian dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu, 7 Juni 2026

Menurutnya, pemerintah harus segera bertindak tegas dengan menghentikan seluruh aktivitas pertambangan PT ECI sampai investigasi menyeluruh dilakukan oleh pihak berwenang.

"Saya mendesak seluruh aktivitas PT ECI dihentikan sekarang juga. Tidak boleh ada operasi sebelum investigasi tuntas," tegasnya.

Gunhar menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus ditempatkan di atas kepentingan produksi dan keuntungan perusahaan.

"Nyawa manusia lebih penting daripada target produksi dan keuntungan tambang," jelasnya.

Politisi PDIP ini juga meminta Kementerian ESDM, Inspektur Tambang, serta aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pengelolaan tambang, sistem pengamanan area, pelaksanaan reklamasi, dan kewajiban pascatambang perusahaan.

Lajut dia, fakta bahwa korban terus berjatuhan menunjukkan adanya persoalan serius yang harus dibongkar secara transparan.

"Puluhan jiwa yang telah menjadi korban adalah bukti bahwa ada masalah besar yang belum diselesaikan," bebernya.

Untuk itu, Gunhar juga mendesak Kepolisian mengusut kemungkinan adanya unsur kelalaian maupun pelanggaran hukum yang menyebabkan hilangnya nyawa masyarakat.

"Jika ada kelalaian, siapa pun yang bertanggung jawab harus diproses hukum tanpa kompromi," pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Plesetan Gelar Adat Jokowi: ‘Baginda Raja Rakus Bin Tamak’

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengelolaan Sawit Butuh ‘Nexus Baru’ Hidupkan Ekonomi Sirkular

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39

Program BISA Biru TelkomGroup Lestarikan Ekosistem Terumbu Karang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19

TNI dan Tentara Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan dan Kerja Sama Kemanusiaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45

Sultan Didapuk jadi Ketum TP Sriwidjaja Perkuat Pembangunan Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59

Politisi Mutan Bernama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45

Selengkapnya