Berita

Aktivitas bongkar muat batu bara kapal vesell ke tongkang di Perairan Pulau Ampel, Serang, Banten. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Nelayan Pulau Ampel Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara Di Tengah Laut

MINGGU, 07 JUNI 2026 | 21:09 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Nelayan Pulau Ampel, Kecamatan Pulau Ampel, Kabupaten Serang, Banten, mengeluhkan aktivitas bongkar muat batu bara kapal vesell ke tongkang yang dilakukan di Perairan Pulau Ampel.

Sebab hal tersebut mengurangi hasil tangkapan ikan, dan nelayan harus lebih jauh mencari ikan ketengah laut akibat aktivitas tersebut.

Nurjen, salah seorang nelayan di Pulau Kali, Pulau Ampel mengatakan, aktivitas tersebut sudah terjadi lama dan setiap hari. Menurutnya, kerap kali batu bara jatuh ke laut yang mengakibatkan pencemaran.


"Kegiatan itu sudah lama, bahkan setiap hari, kapal yang bongkar tersebut berganti-ganti," kata Nurjen, dikutip Minggu 7 Juni 2026.

Batu bara yang jatuh kelaut, lanjut Nurjen, merusak trumbuk karang, dan menyebabkan ikan ikan takut.

"Biar dapat ikan, kita harus melaut jauh, kalau sekitar sini tidak ada ikan, akibat batu bara jatuh ke laut dan kebisingan," kata Nurjen.

Nurjen menjelaskan, batu bara tersebut akan di bawa ke PLTU Jawa 7, namun bongkar muat justru dilakukan di Perairan Pulau Kali.

"Harusnya jagan disini dong. Kita orang kecil hanya bisa berharap agar pihak terkait memindahkan aktivitas tersebut," kata Nurjen.

Hal senada disampaikan nelayan Ahmad Sahruji. Ia mengaku untuk mencari ikan harus jauh ke atas perairan Pulau Panjang. Gara-garanya di sekitar Pulau Kali sudah tidak ada ikan, lautnya sudah tercemar, baik limbah batu bara jatuh ke laut, maupun limbah industri sekitar perairan Pulau Ampel.

"Kalau sekitar sini sudah tidak ada ikan, harus jauh ke tengah agar bisa dapat ikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata Sahruji.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya