Berita

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan memimpin Rapat Koordinasi Komite Tata Kelola Terintegrasi (KTKT) di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 4 Juni 2026. (Foto: Dok. Pertamina)

Bisnis

Geopolitik Memanas, Iwan Bule Ingatkan Pertamina Tidak Sekadar Cari Untung

SABTU, 06 JUNI 2026 | 22:32 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Tensi geopolitik global yang terus mendidih mulai menebar ancaman nyata bagi industri energi tanah air. Menolak tunduk pada keadaan, PT Pertamina (Persero) langsung pasang kuda-kuda kokoh demi mengamankan pasokan energi rakyat.

Peringatan keras tersebut dilontarkan langsung oleh Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan alias Iwan Bule, saat memimpin Rapat Koordinasi Komite Tata Kelola Terintegrasi (KTKT) di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 4 Juni 2026.

Di hadapan jajaran komisaris dan manajemen anak usaha, Iwan Bule membeberkan bahwa fragmentasi ekonomi global, fluktuasi nilai tukar, hingga tak menentunya harga minyak dunia sedang menguji daya tahan energi domestik.


Mantan Penjabat Gubernur Jabar ini menegaskan, di tengah situasi krusial ini, Pertamina dilarang keras hanya berfokus pada urusan komersial dan memburu profit semata.

"Sebagai BUMN, Pertamina memikul mandat strategis dari pemerintah untuk menjaga ketahanan energi nasional serta stabilitas pasokan energi di dalam negeri," tegas Iwan Bule dalam keterangannya, Sabtu, 6 Juni 2026.

Ia mengingatkan, tantangan Pertamina saat ini sudah bergeser jauh dari sekadar masalah operasional lapangan, melainkan sudah menyentuh risiko finansial strategis dan risiko kebijakan global.

Oleh karena itu, penataan ulang peringkat risiko di seluruh anak perusahaan wajib dilakukan secara cermat agar dokumen penilaian tidak berakhir menjadi tumpukan kertas formalitas administratif semata.

"Sistem peninjauan risiko harus bertransformasi menjadi sistem peringatan dini (early warning system) yang mampu memberikan visibilitas bagi direksi dan komisaris dalam mengambil keputusan strategis," pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya