Berita

Anak usaha PT Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance), PT Pratama Mitra Sejati (Pratama). (Foto: Dok. Pratama)

Bisnis

Anak Usaha Tugu Insurance Bukukan Laba Bersih Rp95,1 Miliar, Naik 13 Persen

SABTU, 06 JUNI 2026 | 17:16 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Anak usaha PT Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance), PT Pratama Mitra Sejati (Pratama) mencetak laba bersih mencapai Rp95,1 miliar di sepanjang 2025.

Angka ini meningkat 13,01 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp84,2 miliar.

Pratama juga membukukan pendapatan usaha sebesar Rp443,8 miliar pada 2025, naik 3,68 persen dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai Rp428,1 miliar.


Presiden Direktur Quartantyo Wijanarko menjelaskan, kinerja positif perusahaan didorong oleh bisnis inti di sektor jasa penyewaan kendaraan melalui merek Tugu Rent serta pengelolaan ruang perkantoran melalui Wisma Tugu.

Menurutnya, kedua lini usaha tersebut berperan dalam menyediakan solusi mobilitas dan ruang kerja bagi pelanggan korporasi maupun individu, sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Sepanjang tahun 2025, di tengah dinamika ekonomi makro yang menantang, Pratama tetap menunjukan proforma keuangan yang positif, melalui penguatan operasional dan perluasan pasar baik di segmen BUMN, BUMD dan Swasta Multinasional. Atas capaian tersebut, Perseroan juga berkomitmen untuk memberikan dividen kepada Pemegang Saham,” ujar Quartantyo dalam keterangannya, Sabtu 6 ajuni 2026.

Komisaris Utama Pratama, Hedi Hudayana berharap ke depannya perseroan dapat terus mempertahankan kinerja tersebut.

“Harapannya, semangat kolaboratif ini terus terjaga agar Perseroan mampu menghadapi berbagai tantangan bisnis di masa mendatang dan mempertahankan performa yang berkelanjutan,” kata Hedi.

Ke depan, Pratama berencana memperkuat penerapan manajemen risiko dan penguatan merek perusahaan sebagai bagian dari strategi menghadapi tantangan bisnis sekaligus mendukung kebutuhan mobilitas dan operasional pelanggan secara berkelanjutan.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Rakyat Ingin Hukum yang Keras terhadap Pelaku Korupsi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 02:19

Sumber APBN Berpeluang dari Harta Rampasan Koruptor

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:57

Gaduh Desil DTSEN, Bonnie Triyana: Buka Mekanisme Sanggah

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:21

Aset Daerah Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:03

Ribuan Pengunjung Padati Hari Pertama Danantara Housing Expo

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:52

Leonardi Divonis 2,5 Tahun Penjara Meski Tak Terbukti Terima Uang

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:22

Kecurigaan Netizen Benar, Habis Karhutla, Muncullah Sawit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:01

Pelindo-BNN Edukasi Pelajar di Empat Kota soal Bahaya Narkoba

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31

Pos Polisi di Kolong Flyover Slipi Dibakar Massa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:10

UU Perampasan Aset Beri Kepastian Hukum Berantas Korupsi

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:00

Selengkapnya