Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Emas Global Terpuruk Usai Data Ketenagakerjaan AS Lampaui Ekspektasi

SABTU, 06 JUNI 2026 | 08:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia anjlok pada penutupan perdagangan Jumat 5 Juni 2026, tertekan oleh data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan. 

Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama di tengah risiko inflasi yang dipicu konflik Timur Tengah.

Emas spot turun 2,96 persen ke 4.341,52 Dolar AS per ons, level terendah sejak 24 Maret, sehingga mencatat penurunan mingguan sebesar 4,3 Persen. 


Sedangkan emas berjangka AS untuk kontrak Agustus merosot 3,1 persen menjadi 4.365,3 Dolar AS per ons.

Tekanan juga melanda logam mulia lainnya. Harga perak anjlok 6,8 persen menjadi 68,86 Dolar AS per ons, sedangkan platinum dan paladium masing-masing turun 5,9 persen ke 1.788,49 Dolar AS dan 1.242,50 Dolar AS per ons.

Sentimen negatif dipicu laporan Biro Statistik Tenaga Kerja AS yang menunjukkan penambahan 172.000 lapangan kerja nonpertanian pada Mei, jauh di atas proyeksi pasar sebesar 85.000. Data tersebut mengindikasikan ekonomi AS masih solid, sehingga ruang bagi The Fed untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat semakin terbatas.

Di sisi lain, konflik yang melibatkan Iran terus mendorong harga energi lebih tinggi dan meningkatkan tekanan inflasi. Kondisi tersebut membuat pasar memperkirakan kebijakan moneter ketat akan bertahan lebih lama, yang kurang menguntungkan bagi emas karena tidak memberikan imbal hasil.

Setelah data tenaga kerja dirilis, imbal hasil obligasi pemerintah AS turut naik, meningkatkan daya tarik aset berbunga dibandingkan emas. 

Berdasarkan CME FedWatch, peluang The Fed mempertahankan suku bunga tinggi hingga Desember meningkat menjadi 72 persen, dari sebelumnya sekitar 50 persen.

Sementara itu, pasar fisik emas di Asia juga menunjukkan pelemahan permintaan. Minat beli di India cenderung lesu sepanjang pekan, sedangkan premi harga emas di China mengalami penurunan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bezzecchi Juara MotoGP Mandalika, Martin Kembali ke Puncak Klasemen

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:27

Prabowo dan El-Sisi Kecam Keras Pembangunan Permukiman Ilegal Israel

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:20

Gus Lilur Minta KPK Usut Dugaan Aliran Dolar di Muktamar NU

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:06

Quiles Juara Moto3 Mandalika, Veda Ega Finis Keenam

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:52

Koperasi Didorong Bergerak ke Sektor Produksi Hingga Keuangan

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:44

Mesir Tambah Beasiswa untuk Mahasiswa Kedokteran, Teknik, dan Sains Indonesia

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:42

20 Kapolres dan Kapolresta Pulau Jawa Dirombak Jenderal Suyudi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:33

Prabowo Bidik Penguatan Ekonomi RI-Mesir Lewat Perjanjian Dagang dan Dana Investasi Bersama

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:14

Krisman Harefa Gugat MSIG Life Insurance Indonesia Rp1 Miliar ke PN Jaksel

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:11

Muzakarah Tauhid Sufi Jadi Momentum Perkuat Persatuan Umat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:01

Selengkapnya