Berita

Wamen Imipas, Silmy Karim saat menyerahkan diri ke KPK, Rabu malam, 3 Juni 2026. (Foto: RMOL/Jamaludin Akmal)

Politik

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

SABTU, 06 JUNI 2026 | 01:10 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Penetapan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim bersama tujuh pejabat teras Direktorat Jenderal Imigrasi sebagai tersangka dugaan kasus pemerasan pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA) dinilai harus menjadi momentum reformasi menyeluruh di tubuh imigrasi.

Pakar politik sekaligus mantan Ketua Komite I DPD yang membidangi hukum dan keimigrasian, Dr. Fachrul Razi, menilai kasus yang dibongkar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut menunjukkan adanya persoalan serius dalam tata kelola kelembagaan keimigrasian.

Berdasarkan hasil investigasi yang terungkap, KPK menemukan dugaan skema pemerasan sistematis dengan perputaran dana mencapai Rp366,7 miliar melalui 96 rekening nominee sepanjang periode 2019-2025.


Menurut Fachrul Razi, skandal tersebut tidak dapat dipandang sebagai pelanggaran hukum biasa, melainkan mencerminkan kerusakan sistemik yang telah mengakar.

“Skandal ini bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan cerminan dari rusaknya tata kelola kekuasaan yang mengabaikan kaidah keilmuan politik dan administrasi publik yang bersih,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat, 5 Juni 2026.

Ia memetakan sejumlah titik rawan korupsi yang selama ini berpotensi terjadi di lingkungan keimigrasian. Mulai dari penyalahgunaan kewenangan dalam pengurusan izin tinggal, penggunaan rekening penampung atas nama pihak lain, hingga praktik korupsi yang diduga dilakukan secara terstruktur dan melibatkan banyak pihak.

Fachrul juga menyoroti adanya dugaan penggunaan istilah-istilah khusus dalam praktik setoran ilegal yang mengindikasikan korupsi telah berlangsung secara terorganisir dari level bawah hingga pucuk pimpinan.

Selain itu, adanya dugaan setoran rutin mingguan yang menyeret nama sejumlah pejabat tinggi menunjukkan masih kuatnya praktik perburuan rente di sektor pelayanan keimigrasian.

Menurut Fachrul Razi, kondisi tersebut tidak terlepas dari praktik penempatan jabatan strategis yang kerap mengabaikan prinsip meritokrasi dan profesionalisme.

“Yang akhirnya melahirkan kebijakan tipu-tipu yang merugikan kedaulatan negara dan mencoreng citra Indonesia di mata dunia internasional,” jelas dia.

Atas dasar itu, Fachrul mendesak pemerintah segera mengambil langkah tegas untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi imigrasi.

Ia pun mengusulkan pembersihan struktural secara menyeluruh terhadap pejabat yang terindikasi terlibat, digitalisasi penuh layanan keimigrasian tanpa tatap muka, serta pembentukan mekanisme pengawasan eksternal yang independen.

"Kasus Silmy Karim dkk harus menjadi momentum clean-up total. Kita tidak boleh membiarkan pintu gerbang negara dikelola oleh mentalitas mafia. Mengelola negara dan imigrasi harus kembali pada khittah ilmu politik yang bersih, demi mewujudkan cita-cita Indonesia Maju yang bermartabat,” pungkasnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya