Berita

Ilustrasi. (Foto: Humas BGN)

Politik

Pergantian Pimpinan BGN Harus jadi Momentum Pembenahan Program MBG

SABTU, 06 JUNI 2026 | 00:02 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Keputusan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, merombak jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai sebagai langkah strategis untuk memperbaiki tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Langkah Presiden itu mendapat apresiasi dari Ketua Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Bidang Pertanian dan Ketahanan Pangan, Laca.

Menurut dia, pergantian kepemimpinan di BGN merupakan bentuk respons nyata pemerintah terhadap berbagai masukan dan kritik masyarakat terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di sejumlah daerah. 


Ia menilai evaluasi yang dilakukan Presiden bukanlah keputusan yang bersifat spontan, melainkan hasil dari pengamatan dan penilaian yang dilakukan secara terukur terhadap kinerja lembaga tersebut.

“Presiden Prabowo telah menunjukkan keberanian dan ketegasan dalam mengambil keputusan. Program sebesar Makan Bergizi Gratis menyangkut masa depan jutaan anak Indonesia sehingga tidak boleh dikelola secara biasa-biasa saja. Evaluasi yang dilakukan selama hampir 18 bulan menunjukkan bahwa pemerintah serius memastikan program ini berjalan sesuai tujuan,” ujar Laca dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat malam, 5 Juni 2026.

Ia menjelaskan bahwa MBG merupakan program strategis nasional yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia jangka panjang. Karena itu, setiap persoalan yang muncul dalam pelaksanaannya harus menjadi perhatian serius pemerintah.

Selama pelaksanaan program, berbagai persoalan sempat menjadi sorotan publik, mulai dari dugaan kasus keracunan makanan di sejumlah sekolah hingga persoalan tata kelola pada beberapa titik layanan. 

Kondisi tersebut, kata Laca, menjadi alasan kuat mengapa evaluasi menyeluruh terhadap manajemen BGN diperlukan.

Lebih lanjut, ia menilai penunjukan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru merupakan pilihan yang tepat. Selain memiliki latar belakang akademik di bidang biologi yang berkaitan erat dengan aspek kesehatan dan gizi, Nanik juga dinilai memahami secara mendalam sistem kerja BGN karena sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk melakukan pembenahan tanpa harus memulai dari nol. Dengan pemahaman terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lapangan, pimpinan baru diharapkan dapat segera mengambil langkah-langkah korektif guna meningkatkan kualitas layanan program MBG.

“Nanik bukan figur yang datang dari luar sistem. Ia telah terlibat dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan program sejak awal. Karena itu, kami berharap proses pembenahan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran,” jelasnya.

Meski demikian, Laca menegaskan bahwa pergantian pimpinan tidak boleh berhenti sebagai seremoni politik atau administratif semata. Ia mengingatkan bahwa tantangan utama justru terletak pada upaya memperbaiki tata kelola program secara menyeluruh dan memastikan seluruh penyimpangan yang terjadi dapat ditindaklanjuti secara hukum.

Laca menambahkan bahwa program MBG merupakan investasi besar negara dalam pembangunan generasi penerus bangsa. Karena itu, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah, tetapi juga oleh integritas, transparansi, dan akuntabilitas seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaannya.

“Pergantian ini harus menjadi titik awal perubahan yang nyata. Masyarakat tentu berharap hadirnya sistem yang lebih baik, lebih bersih, dan lebih bertanggung jawab. Pada akhirnya yang paling penting adalah memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan makanan bergizi yang aman, sehat, dan berkualitas sesuai tujuan awal program,” pungkasnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya