Berita

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (Foto: Istimewa)

Politik

Seskab Teddy Tepat, Perjalanan Luar Negeri Tak Bisa Diukur Sebatas Frekuensi

RABU, 03 JUNI 2026 | 13:49 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Penjelasan yang disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya terkait berbagai hasil konkret dari kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto sudah benar.

Ketua Umum Diaspora Muda Nusantara, Muh. Akmal Harviansyah memandang, diplomasi internasional tidak dapat diukur hanya dari frekuensi perjalanan atau intensitas pertemuan, melainkan dari manfaat strategis yang berhasil diperoleh untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Kami melihat penjelasan Seskab Teddy Indra Wijaya cukup komprehensif. Diplomasi aktif Presiden Prabowo justru menjadi instrumen penting untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah perubahan geopolitik dan ekonomi dunia,” ujar Akmal Harviansyah dalam keterangannya, Rabu 3 Juni 2026.


Ia menilai berbagai capaian yang disampaikan pemerintah menunjukkan bahwa kunjungan luar negeri Presiden Prabowo tidak bersifat seremonial semata. 

Pemerintah telah menjelaskan adanya sejumlah hasil nyata, mulai dari penguatan hubungan strategis dengan berbagai negara, peningkatan kerja sama ekonomi, investasi, pertahanan, hingga pembukaan akses pasar dan peluang kerja sama baru bagi Indonesia.

Akmal juga menegaskan bahwa kritik dan masukan dari berbagai pihak merupakan bagian penting dalam demokrasi. Namun demikian, kritik harus tetap berlandaskan data dan fakta yang utuh.

“Kami menghormati pandangan Bapak Dino Patti Djalal sebagai diplomat senior. Namun kami tidak sependapat apabila kunjungan luar negeri Presiden dipersepsikan seolah hanya membebani negara,” tegasnya.

Lebih lanjut, Akmal menilai keberhasilan diplomasi Indonesia saat ini harus dilihat secara objektif melalui hasil yang diperoleh, termasuk semakin luasnya kerja sama internasional yang dibangun pemerintah serta meningkatnya minat investasi terhadap Indonesia.

“Bicara diplomasi harus bicara hasil. Dan ketika hasilnya adalah terbukanya peluang investasi, penguatan kerja sama strategis, serta meningkatnya posisi Indonesia di panggung global, maka itu patut diapresiasi,” tandasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya