Berita

Mantan Wakil Menlu Dino Patti Djalal (Foto: Tim Media Presiden Prabowo)

Politik

Dino Minta Istana Percepat Proses Akreditasi 17 Calon Dubes Asing

RABU, 03 JUNI 2026 | 12:25 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Diplomat senior sekaligus mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal, meminta pihak Istana segera menuntaskan proses akreditasi sejumlah duta besar asing yang telah berada di Indonesia. 

"Tanpa menyalahkan siapapun, Mohon masalah ini dapat segera dituntaskan Istana karena menyangkut reputasi diplomatik kita," tulis Dino dalam unggahan di akun X pribadinya, dikutip Rabu, 2 Juni 2026.

Dino mengungkapkan adanya belasan calon duta besar asing yang hingga kini belum dapat menjalankan tugas secara resmi karena masih menunggu kesempatan menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden.


"Saya dapat info bahwa ada 17 calon Dubes asing yang sudah tiba di Jakarta tapi sampai sekarang masih menunggu waktu untuk memberikan surat kepercayaan kepada Presiden," ungkap Dino.

Ia menjelaskan, masa tunggu yang dialami para diplomat itu tidak singkat. Bahkan, sebagian di antaranya telah menunggu berbulan-bulan sejak tiba di Indonesia. 

"Dari mereka ada yang sudah menunggu 8 bulan. Ada juga Dubes dari negara ASEAN yang menunggu 6 bulan. Karenanya, mereka belum bisa bekerja secara resmi," lanjutnya.

Menurut Dino, kondisi tersebut dapat menimbulkan kesan kurang baik di kalangan negara sahabat yang telah mengirimkan perwakilan diplomatiknya ke Jakarta. 

"Ini memberikan kesan buruk bagi negara-negara sahabat yang mengirim Duta Besarnya ke Indonesia," kata Dino.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya