Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

AS Pangkas Tarif Impor Baja dan Aluminium

RABU, 03 JUNI 2026 | 10:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan perubahan tarif impor untuk sejumlah produk berbahan baja, aluminium, dan tembaga.

Dalam aturan yang ditandatangani Presiden AS Donald Trump pada Senin, 1 Juni 2026, waktu AS, tarif impor untuk beberapa produk turunan baja dan aluminium diturunkan dari 25 persen menjadi 15 persen. Produk yang mendapat keringanan tarif antara lain beberapa jenis mesin pertanian serta peralatan rumah tangga seperti pemanas, pendingin udara (AC), dan sistem ventilasi.

Lewat unggahan di situs resminya, Gedung Putih juga menyatakan bahwa alat berat bergerak seperti buldoser dan forklift akan dikenakan tarif 15 persen jika diimpor dari negara-negara yang memiliki perjanjian perdagangan dengan AS dan berhak memperoleh perlakuan tersebut.


Selain itu, perusahaan asing dapat memperoleh tarif yang lebih rendah, yakni 10 persen, jika peralatan yang mereka impor mengandung sedikitnya 85 persen baja atau aluminium yang diproduksi di AS. 

"Insentif ini berlaku bagi perusahaan yang menggunakan setidaknya 85 persen baja atau aluminium yang dilebur, dicetak, dan diproses di Amerika Serikat berdasarkan berat material," menurut pernyataan pemerintah.

Di sisi lain, pemerintah AS menambahkan dua jenis produk baru yang akan dikenakan tarif impor 25 persen, yaitu rak baja dan pelat aluminium untuk kebutuhan percetakan.

Pemerintah menyebut langkah ini diperlukan untuk "mendorong investasi jangka pendek yang akan membangun kembali basis industri nasional.

Perubahan tarif ini akan mulai berlaku pada 8 Juni 2026 dan tetap diterapkan hingga 31 Desember 2027.  

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya