Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Dolar Naik Tipis, Pasar Tunggu Hasil Negosiasi AS-Iran

RABU, 03 JUNI 2026 | 07:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dolar AS bergerak dalam kisaran sempit pada penutupan perdagangan Selasa 2 Juni 2026, saat Investor menunggu perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran energi strategis dunia.

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, naik tipis 0,05 persen ke level 99,216. 

Sejak pertengahan Mei, DXY bergerak dalam rentang terbatas antara 98,9 hingga 99,5.


Pelaku pasar menilai tercapainya kesepakatan AS-Iran berpotensi meredakan ketegangan geopolitik dan mengurangi permintaan terhadap dolar sebagai aset safe-haven. Namun, ketidakpastian terkait konflik di Timur Tengah masih membuat investor bersikap hati-hati.

Di sisi lain, Dolar mendapat dukungan dari data ekonomi AS yang tetap solid. Jumlah lowongan pekerjaan naik menjadi 7,62 juta pada April, melampaui ekspektasi pasar dan memperkuat perhatian investor terhadap laporan ketenagakerjaan yang akan dirilis Jumat.

Meski demikian, kombinasi ekspektasi kebijakan Federal Reserve yang masih hati-hati dan berkurangnya permintaan aset aman telah membatasi penguatan dolar dalam beberapa pekan terakhir. 

Sementara itu Euro masih melemah tipis 0,03 persen ke posisi 1,1629 Dolar AS, saat tersiar kabar bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. 

Yen tercatat berada di level 159,92 per Dolar AS, sangat dekat dengan ambang yang selama ini diawasi ketat oleh pelaku pasar. 

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya