Berita

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di salah satu wilayah Aceh Besar, Aceh. (Foto: BPBD Aceh Besar)

Nusantara

BMKG:

Aceh Masuk Musim Kemarau, Waspada Karhutla

SELASA, 02 JUNI 2026 | 02:01 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, hampir seluruh wilayah Aceh saat ini telah memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut menyebabkan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat vegetasi yang mulai mengering.

Musim kemarau di Aceh dipengaruhi oleh suhu udara yang cukup tinggi, kelembapan udara yang rendah, serta angin yang lebih kencang dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

"Kondisi tersebut membuat vegetasi cepat mengering dan sangat mudah terbakar, sehingga api kecil saja dapat menjalar dengan sangat cepat," kata Prakirawati BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda, Nasyithah Az-zahra Lubis, dikutip dari RMOLAceh, Selasa, 2 Juni 2026. 


Nasyithah menjelaskan, kombinasi cuaca panas, udara kering, dan angin yang cukup kuat membuat potensi terjadinya karhutla meningkat di sejumlah wilayah Aceh selama periode musim kemarau.Informasi Iduladha

Dalam beberapa hari ke depan, BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Aceh akan didominasi cuaca cerah hingga cerah berawan. Meski demikian, beberapa daerah masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan.

"Untuk Provinsi Aceh masih diprakirakan cerah berawan. Hanya beberapa wilayah saja yang memiliki potensi hujan dengan intensitas ringan," ujar Nasyithah

Nasyithah mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama pada siang hari karena cuaca yang cukup terik dan panas. 

Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan, membakar sampah, maupun membuang puntung rokok sembarangan yang dapat memicu kebakaran.

Selain menjaga kewaspadaan terhadap potensi karhutla, masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi air mineral, sayur, dan buah-buahan untuk menjaga kondisi tubuh selama musim kemarau.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya