Berita

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini (tengah). (Foto: Instagram RMOL)

Bisnis

Dirut Telkom: Tahun 2026 Periode Penuh Peluang Sekaligus Tantangan

SENIN, 01 JUNI 2026 | 19:57 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini mengatakan bahwa tahun ini, perusahaannya gencar mengakselerasi eksekusi strategi TLKM 30 demi penciptaan value yang optimal, serta keberlangsungan perusahaan yang semakin solid.

“Kinerja kuartal pertama tahun 2026 ini menjadi awal yang baik dan motivasi bagi TelkomGroup untuk dapat terus melakukan perbaikan secara bertahap guna memberikan pencapaian dan kontribusi terbaik bagi perusahaan, pelanggan, masyarakat dan negara," ucap Dian dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 1 Juni 2026.

Hal itu mencerminkan konsistensi perusahaan menerapkan disiplin operasional seraya mengakselerasi eksekusi strategi transformasi TLKM 30.


Telkomsel menyatakan akan terus fokus menjaga ARPU melalui peningkatan produktivitas pelanggan dan inovasi layanan digital lifestyle. Menurut Dian, dari sisi pasar saat ini, industri telekomunikasi masih prospektif karena konektivitas dan internet yang sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat.

"Dalam beberapa tahun terakhir pun kami melihat kebutuhan terhadap layanan internet terus tumbuh dan belum menunjukkan adanya tren penurunan. Kami optimistis untuk memperkuat ekosistem mobile dan fixed broadband secara berkelanjutan dengan tetap mengutamakan customer experience yang baik," jelasnya.

Adapun segmen B2B Infrastructure menunjukkan kinerja positif dengan pendapatan sebesar Rp2,4 triliun atau tumbuh 6,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang oleh ekspansi berkelanjutan bisnis Fiber-to-the-Tower (FTTT).

Pada bisnis menara telekomunikasi dan FTTT yang digawangi oleh Mitratel, perseroan membukukan pendapatan Rp2,3 triliun atau tumbuh 1,4 persen YoY, dengan Tower Leasing dan Tower-Related Business tetap menjadi kontributor utama. Berkat efektivitas pengelolaan biaya dan fundamental bisnis yang kuat, Mitratel berhasil menjaga EBITDA margin stabil di 82,7 persen.

Sebagai pemimpin pasar menara telekomunikasi di Asia Tenggara, Mitratel memperkuat strategi portofolio pada aset fiber optic. Di kuartal I, Mitratel berekspansi sepanjang 1.080 km fiber optic yang menjadikan total kepemilikan mencapai 58.279 km. Strategi itu berhasil mendorong pertumbuhan bisnis FTTT, serta memperkuat kapabilitas Mitratel sebagai Next-Gen Tower Company yang terintegrasi.

Pada bisnis data center, pendapatan diperoleh dari fasilitas data center dan colocation data center NeutraDC Group, serta fasilitas edge data center NeuCentrIX yang saat ini berada di bawah kendali operasional Telkom. Data center menjadi salah satu platform digital dengan permintaan tinggi seiring perkembangan industri digital.

Melihat potensi itu, lahir inisiatif konsolidasi untuk menjadikan NeutraDC pengelola keseluruhan aset data center secara lebih fokus. Pendekatan ini akan mampu membuka peluang perluasan layanan, monetisasi aset, serta pertumbuhan bisnis melalui kolaborasi dengan mitra strategis.

"Tahun 2026 menjadi periode yang penuh peluang sekaligus tantangan bagi TelkomGroup. Karena itu, kami akan terus mempercepat eksekusi strategi transformasi TLKM 30 dengan tetap mengutamakan prinsip disiplin operasi untuk memperkuat keberlanjutan bisnis, menghadirkan layanan yang semakin inklusif, serta membangun ekosistem digital yang mampu menciptakan dampak lebih luas," tandas Dian.

Mengawali tiga bulan pertama 2026, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp37,2 triliun atau tumbuh 1,5 persen YoY. EBITDA tercatat sebesar Rp18,0 triliun dengan EBITDA margin pada 48,3 persen, dan laba bersih sebesar Rp4,3 triliun dengan margin laba bersih 11,7 persen.

Sedangkan untuk laba bersih yang dinormalisasi sebesar Rp5,1 triliun dengan margin laba bersih yang dinormalisasi 13,8 persen. Kontraksi pada laba bersih terutama dipengaruhi oleh dampak lanjutan dari percepatan depresiasi dan proses normalisasi bisnis selama fase transformasi.



Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya