Berita

Ilustrasi. (Foto: Humas Telkom)

Bisnis

Kinerja Telkom di Kuartal Pertama 2026 Ukir Prestasi Gemilang

MINGGU, 31 MEI 2026 | 04:03 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengumumkan kinerja keuangan kuartal pertama tahun 2026 dengan mencatat pertumbuhan yang progresif pada sebagian segmen bisnis. 

Di tengah kondisi ketidakpastian makroekonomi, capaian ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menerapkan disiplin operasional seraya mengakselerasi eksekusi strategi transformasi TLKM 30.

Mengawali tiga bulan pertama 2026, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp37,2 triliun atau tumbuh 1,5 persen YoY. EBITDA tercatat sebesar Rp18,0 triliun dengan EBITDA margin pada 48,3 persen. Perseroan juga mencatat laba bersih sebesar Rp4,3 triliun dengan margin laba bersih pada 11,7 persen.


Sedangkan untuk laba bersih yang dinormalisasi sebesar Rp5,1 triliun dengan margin laba bersih yang dinormalisasi 13,8 persen. Kontraksi pada laba bersih terutama dipengaruhi oleh dampak lanjutan dari percepatan depresiasi dan proses normalisasi bisnis selama fase transformasi.

Namun demikian, tekanan ini bersifat transisional dan non-cash, sementara secara fundamental kinerja operasional tetap terjaga. Arus kas operasional perseroan juga tumbuh 3,1 persen YoY menjadi Rp17,3 triliun, didorong oleh implementasi program efisiensi TOTEX serta disiplin penagihan yang semakin baik.

"Tahun ini, Telkom akan semakin gencar dalam mengakselerasi eksekusi strategi TLKM 30 demi menciptakan value yang optimal dan memastikan keberlangsungan perusahaan yang semakin solid ke depannya,” ujar Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu, 30 Mei 2026. 

“Kinerja kuartal pertama tahun 2026 ini menjadi awal yang baik dan motivasi bagi TelkomGroup untuk dapat terus melakukan perbaikan secara bertahap guna memberikan pencapaian dan kontribusi terbaik bagi perusahaan, pelanggan, masyarakat dan negara," tambahnya.
 
Pada segmen B2C (Mobile dan Fixed Broadband), Telkomsel membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp27,6 triliun atau tumbuh 1,3 persen YoY, didorong oleh pendapatan bisnis digital. Payload data juga meningkat 2,3 persen YoY, didukung upaya perseroan memperkuat kualitas dan ekspansi jaringan melalui investasi yang disiplin dan berkelanjutan.

Strategi dalam menerapkan disiplin harga, penyederhanaan produk, serta menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih baik berhasil mendorong pertumbuhan ARPU menjadi Rp45.100 atau naik 6,4% YoY. Hal ini mencerminkan inisiatif perbaikan pasar yang semakin sehat serta kondisi industri yang lebih stabil dan rasional.

Telkomsel akan terus fokus menjaga ARPU melalui peningkatan produktivitas pelanggan dan inovasi layanan digital lifestyle yang selaras dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.

"Dari sisi pasar, industri telekomunikasi masih prospektif karena konektivitas dan internet saat ini sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir pun kami melihat kebutuhan terhadap layanan internet terus tumbuh dan belum menunjukkan adanya tren penurunan,” jelas Dian.

“Kami optimistis untuk memperkuat ekosistem mobile dan fixed broadband secara berkelanjutan dengan tetap mengutamakan customer experience yang baik," tandasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya