Berita

Ilustrasi penyakit campak. (Foto: Dokumenatsi RMOL/Istimewa)

Kesehatan

Warga Sumsel Diminta Waspada Imbas Temuan 809 Kasus Campak

KAMIS, 28 MEI 2026 | 06:52 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Dinas Kesehatan Sumatera Selatan mencatat sebanyak 809 kasus campak positif ditemukan hingga 26 Mei 2026. Meski angka kasus mulai menurun dibandingkan awal tahun, pemerintah tetap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan agar penyebaran penyakit menular tersebut tidak kembali melonjak.

Berdasarkan data Dinkes Sumsel, total kasus suspek campak yang ditemukan sepanjang tahun ini mencapai 2.882 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa Ogatiyah, mengatakan penurunan kasus terjadi setelah sebelumnya Sumsel mengalami lonjakan campak pada periode Januari hingga April 2026.
 

 
"Kasus campak mulai mengalami penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya. Ini hasil kerja petugas kesehatan, kader posyandu, dan partisipasi masyarakat,” ujar Ira dikutip Kantor Berita RMOLSumsel, Kamis, 28 Mei 2026.

Meski tren kasus menurun, Ira menegaskan masyarakat tidak boleh lengah karena campak termasuk penyakit yang sangat mudah menular, terutama pada anak-anak yang belum mendapat imunisasi lengkap.

“Campak bisa kembali meningkat jika cakupan imunisasi menurun,” tegasnya.

Dari seluruh wilayah di Sumsel, Kota Palembang menjadi daerah dengan kasus campak tertinggi. Dari 1.495 kasus suspek, sebanyak 442 kasus dinyatakan positif campak.

Posisi berikutnya ditempati Kota Prabumulih dengan 57 kasus positif dari 195 suspek, disusul Musi Rawas 54 kasus positif dari 140 suspek.

Sementara itu, Kabupaten Muara Enim dan Ogan Ilir masing-masing mencatat 39 kasus positif. Kemudian Muratara 34 kasus, Musi Banyuasin 33 kasus, Lubuklinggau 31 kasus, dan Banyuasin 29 kasus positif campak.

Dinkes Sumsel mencatat hanya tiga daerah yang hingga kini nihil kasus campak positif, yakni Pagar Alam, OKU Timur, dan OKU Selatan.

Untuk mencegah lonjakan baru, Dinkes Sumsel terus menggencarkan imunisasi MR atau Campak-Rubella bagi anak usia 9 bulan sesuai jadwal nasional.

Masyarakat yang anaknya belum mendapatkan imunisasi juga diminta segera mendatangi puskesmas, posyandu, atau fasilitas kesehatan terdekat karena layanan imunisasi susulan masih tersedia secara gratis.

Selain imunisasi, masyarakat diminta mewaspadai gejala campak seperti demam tinggi, ruam merah di kulit, batuk, pilek, dan mata merah.


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya