Berita

Nico Siahaan/RMOLJabar

Politik

Politisi PDIP Minta Indonesia Serius Tangani Regulasi Soal AI

RABU, 27 MEI 2026 | 13:25 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Junico Siahaan, menilai Indonesia harus serius menyiapkan regulasi terkait Artificial Intelligence (AI) agar mampu mengikuti perkembangan teknologi yang bergerak sangat cepat.

Nico mengatakan pemerintah dan pembuat kebijakan saat ini kerap tertinggal dibanding perkembangan teknologi, sehingga regulasi yang dibuat sering kali tidak lagi relevan.

“Ini sepertinya kita sedang mengejar-ngejar hantu, karena teknologi yang begitu cepat bergerak sehingga menjadi catatan bagi kita dalam mengatur aturan yang dibuat,” kata Nico dalam keterangan resminya, Rabu, 27 Mei 2026.


Menurutnya, perkembangan AI membuat tantangan pengawasan semakin kompleks, mulai dari penyalahgunaan data, manipulasi informasi, hingga ancaman terhadap keamanan digital dan dunia kerja.

“Pertimbangannya sudah cepat untuk tidak one size fits all. Tahun lalu ChatGPT begitu digdaya, sekarang sudah tidak apa-apanya ketimbang Claude,” ujarnya.

Meski demikian, Nico menilai perkembangan AI juga membuka peluang besar bagi sektor industri, pendidikan, dan pelayanan publik jika diatur dengan tepat tanpa membatasi inovasi secara berlebihan.

“Menarik sekali jika kita bisa menaruh perkembangan teknologi ke dalam aturan hukum,” pungkasnya.

Karena itu, Nico menegaskan Indonesia perlu bergerak lebih cepat dalam menyiapkan regulasi AI yang adaptif dan relevan dengan perkembangan teknologi global.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Wamenko Dradjad: Penilaian MSCI Tidak Selalu Benar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:23

Trump Bicara Soal Denuklirisasi dengan Rusia dan Tiongkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:43

PGN Perkuat Efisiensi dan Daya Saing Bisnis Melalui Inisiatif Dekarbonisasi Berkelanjutan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:22

Kawasan Industri Diajak Cak Imin Bantu Korban Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:11

OJK Denda DSSA, BREN, CUAN Rp2,1 Triliun, Sanksi 835 Pihak Tembus Rp390 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:03

DIM RUU Migas Hampir Rampung 90 Persen

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:00

Airlangga Heran MSCI Mendadak Ancam Cabut Status Emerging Market RI Usai Bertemu Menkeu-BI di Bangkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:52

Pimpin Nasdem Garut, Lola Nelria: Partai Harus Hadir dalam Kehidupan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:46

Houthi Serang Istana Presiden Yaman, Lima Meninggal Dunia

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:41

Kopdes Butuh Talenta Utuh agar Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:34

Selengkapnya