Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Rupiah Tembus Rp17.800 Per Dolar AS, Purbaya: Nggak Masuk Akal

RABU, 27 MEI 2026 | 10:44 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar Rupiah kembali melemah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu, 27 Mei 2026. Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah berada di level Rp17.812 per Dolar AS atau melemah 17 poin setara 0,10 persen dibanding perdagangan sebelumnya.

Menanggapi pelemahan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pergerakan Rupiah saat ini tidak sejalan dengan fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai masih kuat.

“Kan fundamentalnya bagus, sebetulnya nggak masuk akal. Rupiah melemah itu kalau ada gangguan,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta.


Saat ditanya mengenai evaluasi pemerintah atau stress test terhadap tekanan Rupiah, Purbaya sempat berkelakar.

“Ya saya yang stres hahaha,” katanya.

Meski demikian, Purbaya memastikan pelemahan Rupiah tidak membuat pemerintah harus menghitung ulang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, pemerintah telah memperhitungkan berbagai skenario, termasuk asumsi harga minyak dan nilai tukar Rupiah.

“Kita udah hitung. Pada waktu simulasi minyak 100 Dolar AS per barel itu, asumsi Rupiahnya juga sudah kita perhitungkan. Jadi nggak ada masalah, saya nggak harus hitung ulang APBN-nya,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi pasar obligasi pemerintah masih relatif terkendali meski Rupiah tertekan. Hal itu tercermin dari penurunan yield obligasi berkat intervensi pemerintah dan aksi pembelian oleh Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

“Tapi gini, walaupun Rupiah melemah, bond yield-nya turun. Karena aksi dari pemerintah, aksi dari teman-teman kita di Himbara, untuk sedikit membeli supaya yield-nya agak terkendali,” tuturnya.

Purbaya menilai stabilitas pasar obligasi menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor asing terhadap Indonesia.

“Jadi selama bond market terkendali, kemampuan investor asing untuk melakukan investasi dan bond kita akan terjaga juga,” lanjutnya.

Ia juga mengungkapkan pemerintah mulai melihat adanya arus modal asing yang kembali masuk ke pasar obligasi domestik.

“Kita sudah mulai melihat ada yang masuk modal asing ke pasar obligasi kita. Dan ke depan akan ada tindakan pemerintah lagi yang akan membantu kita,” pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Wamenko Dradjad: Penilaian MSCI Tidak Selalu Benar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:23

Trump Bicara Soal Denuklirisasi dengan Rusia dan Tiongkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:43

PGN Perkuat Efisiensi dan Daya Saing Bisnis Melalui Inisiatif Dekarbonisasi Berkelanjutan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:22

Kawasan Industri Diajak Cak Imin Bantu Korban Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:11

OJK Denda DSSA, BREN, CUAN Rp2,1 Triliun, Sanksi 835 Pihak Tembus Rp390 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:03

DIM RUU Migas Hampir Rampung 90 Persen

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:00

Airlangga Heran MSCI Mendadak Ancam Cabut Status Emerging Market RI Usai Bertemu Menkeu-BI di Bangkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:52

Pimpin Nasdem Garut, Lola Nelria: Partai Harus Hadir dalam Kehidupan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:46

Houthi Serang Istana Presiden Yaman, Lima Meninggal Dunia

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:41

Kopdes Butuh Talenta Utuh agar Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:34

Selengkapnya