Berita

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH Cholil Nafis. (Foto: RMOL)

Nusantara

Iduladha Momentum Bangun Karakter Bangsa

RABU, 27 MEI 2026 | 09:20 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Hari Raya Iduladha tidak hanya bermakna sebagai ritual ibadah dan penyembelihan hewan kurban semata, tetapi juga mengandung nilai keteladanan dalam membangun karakter bangsa.

Ketua Musyrif Diny, KH Cholil Nafis mengatakan, keteguhan, kegigihan, dan keteladanan keluarga Nabi Ibrahim AS menjadi contoh ideal dalam mencetak generasi penerus yang tangguh.

"Iduladha adalah momentum refleksi nasional. Jika kita ingin membangun karakter bangsa yang kuat, jujur, dan berintegritas, maka kita harus menengok kembali bagaimana cara Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Nabi Ismail membangun fondasi keluarga mereka," ujar Kiai Cholil, Rabu, 27 Mei 2026.


Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia itu menilai ibadah kurban tidak hanya mengandung dimensi spiritual, tetapi juga sosial. Nilai-nilai tersebut, kata dia, tercermin dalam keteladanan keluarga Nabi Ibrahim AS yang relevan dijadikan fondasi pembangunan karakter dan peradaban bangsa.

Dalam aspek spiritual, ibadah kurban mengajarkan kepasrahan kepada Allah SWT sekaligus pengendalian ego pribadi. Sedangkan dalam aspek sosial, kurban mencerminkan semangat pengorbanan demi kepentingan yang lebih besar, sebagaimana dicontohkan Nabi Ismail AS.

Menurut Kiai Cholil Nafis, sosok Nabi Ismail AS sangat penting diteladani generasi muda Indonesia karena menggambarkan pribadi anak yang saleh, patuh, dan berakhlak baik.

Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah itu menyebut Nabi Ismail AS memiliki pandangan jauh ke depan yang dibangun atas landasan spiritual kuat, berani mengambil keputusan di tengah situasi sulit, rela berkorban, serta menunjukkan bakti kepada orang tua.

"Itulah hebatnya Ismail. Andai saja generasi muda Indonesia mampu meneladani Ismail, tentu bangsa ini akan bergerak lebih cepat ke arah yang lebih maju dan sejahtera," kata Kiai Cholil.

Kiai Cholil menerangkan, sosok Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Nabi Ismail mengajarkan tentang pentingnya ketaatan dan kepatuhan kepada Allah, serta optimisme dalam menjalani hidup. 

"Ini merupakan pendidikan karakter di lingkungan keluarga yang patut diteladani. Masing-masing anggota keluarga mempunyai karakter kuat yang didasari pada keimanan. Sikap taat kepada Allah, gigih berjuang, dan jujur harus diutamakan dalam mengarungi kehidupan ini," tandasnya.


Populer

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

UPDATE

Kaharuddin Djenod Kembali Pimpin PT PAL Indonesia

Rabu, 27 Mei 2026 | 03:50

Nusron Bersama Wamenhan dan KSAU Bahas Penataan Aset Pertanahan TNI AU

Rabu, 27 Mei 2026 | 03:27

Gatot Nurmantyo Berharap Presiden Keluarkan Dekrit Sesuai Amanat AD/ART Gerindra

Rabu, 27 Mei 2026 | 02:59

Anies Baswedan dan Suara Kentongan

Rabu, 27 Mei 2026 | 02:35

Rocky Gerung: Eksaminasi Putusan Kerry Riza Uji Cara Berpikir Penegak Hukum

Rabu, 27 Mei 2026 | 02:12

Wali Kota Agustina Gelar Nobar Dukung Celyna Grace di Indonesian Idol Season XIV

Rabu, 27 Mei 2026 | 01:54

UUD 2002 Berhasil Bikin Kekayaan Indonesia Dirampok Besar-besaran

Rabu, 27 Mei 2026 | 01:31

PT PAL Indonesia Bukukan Kenaikan Laba Bersih Sebesar 108,58 Persen

Rabu, 27 Mei 2026 | 01:13

Keterwakilan 30 Persen Perempuan Jangan Cuma Formalitas bagi Parpol

Rabu, 27 Mei 2026 | 00:47

Pasal Kerugian Negara Dianggap Tidak Efektif Berantas Korupsi

Rabu, 27 Mei 2026 | 00:25

Selengkapnya