Berita

Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo. (Foto: YouTube Hersubeno Point)

Politik

UUD 2002 Berhasil Bikin Kekayaan Indonesia Dirampok Besar-besaran

RABU, 27 MEI 2026 | 01:31 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo menyebut UUD 1945 hasil amandemen alias UUD 2002 menyebabkan kehidupan berbangsa dan bernegara semakin liberal dan dikuasai oleh kelompok tertentu.

Awalnya Gatot menyebut alasan adanya amandemen periode 1999-2002 yang mengatasnamakan demokrasi sebagai amanat Reformasi untuk menuju kesejahteraan rakyat. 

“Tapi yang muncul justru ini, biaya politik sangat mahal, politik uang merajalela, oligarki menguasai partai, partai juga bertindak sebagai oligarki, kemudian dominasi pemilik modal, korupsi tetap tinggi, serta kesenjangan ekonomi yang tidak banyak berubah, inilah keberhasilan UUD 2002,” kata Gatot dikutip dalam kanal YouTube Hersubeno Point, Selasa malam, 26 Mei 2026. 


Panglima TNI periode 2015-2017 ini lantas menyatakan dengan adanya pintu masuk melalui UUD 2002, maka seluruh peraturan perundang-undangan turunannya bermuara pada penguasaan sumber kekayaan alam Indonesia oleh kekuatan tertentu.

“2014 saya sudah menyampaikan bahwa Indonesia itu ibarat gadis yang seksi. Seksi Semua undang-undang yang ada itu (turunan UUD 2002) bullshit semuanya. Ujung-ujungnya adalah bagaimana merampok sumber daya kekayaan Indonesia,” tegasnya. 

Jebolan Akabri 1982 ini kemudian menegaskan bahwa penguasaan kekayaan alam Indonesia merupakan bagian dari dampak perang ekonomi global.

“Bukan untuk apa-apa. Tidak ada perang ideologi sekarang. Tidak ada! Yang ada ekonomi. Mulai dari minyak dulu, sekarang beralih kepada ekonomi. Tanah, air, energi, tumbuh-tumbuhan. Karena memang teori Thomas Malthus mengatakan jumlah penduduk itu luar biasa berkali-kali, tapi keadaan pangan hanya tambah-tambahan. Jadi kalau tidak di-manage bisa kanibalisasi. Itu sebenarnya permasalahannya,” tandas Gatot.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya