Berita

Ibadah haji. (Foto: Istimewa)

Politik

Maman Imanul Haq:

Awas Jemaah Haji Tertinggal di Muzdalifah!

SELASA, 26 MEI 2026 | 12:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah diminta untuk menjamin kelancaran armada transportasi jemaah haji dari Muzdalifah menuju Mina. 

Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR 2026 dari Fraksi PKB, Maman Imanul Haq, mengingatkan bahwa jalur perpindahan dari Muzdalifah ke Mina merupakan salah satu titik paling padat, rawan, dan krusial dalam rangkaian puncak haji (Armuzna).

“Yang juga sangat krusial adalah memastikan seluruh jemaah dari Muzdalifah dapat terangkut menuju Mina,” kata Maman kepada wartawan, Selasa 26 Mei 2026.


Legislator PKB ini menggarisbawahi bahwa Muzdalifah hanyalah lokasi transit terbuka untuk mabit (bermalam) dengan fasilitas yang sangat terbatas. 

Keterlambatan pengangkutan atau adanya jemaah yang tercecer dinilai bisa berakibat fatal bagi keselamatan jiwa karena faktor kelelahan fisik yang ekstrem. 

“Kepadatan jutaan manusia, serta sengatan cuaca panas Arab Saudi menjadi ancaman nyata, khususnya bagi jemaah lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, dan jemaah risiko tinggi (risti),” kata Maman.

Untuk itu, petugas di lapangan dituntut melakukan penyisiran secara menyeluruh demi memastikan tidak ada satu pun jemaah yang tertinggal, baik di Arafah maupun di Muzdalifah. 

Khusus di Muzdalifah, pemerintah harus memastikan armada bus mampu mengangkut seluruh jemaah menuju Mina secara disiplin dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Guna meminimalisasi risiko kelelahan massal di Muzdalifah, Maman meminta koordinasi pelaksanaan skema murur yakni pergerakan bus jemaah melintasi Muzdalifah tanpa turun dan langsung menuju Mina harus dieksekusi secara presisi. 

Mekanisme ini harus didukung dengan akurasi data jemaah lansia dan risti yang matang agar tidak menimbulkan kebingungan di jalur evakuasi. 

“Petugas haji juga wajib memastikan jemaah yang masuk skema murur tetap mendapatkan pendampingan dan pelayanan optimal utamanya dari sisi kesehatan,” kata Maman.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya