Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Harga Minyak Dunia Merosot Tajam ke Level 96 Dolar AS

SELASA, 26 MEI 2026 | 09:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia kian merosot tajam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran berjalan dengan baik, memicu harapan pasar bahwa konflik yang telah berlangsung selama tiga bulan bisa segera mereda.

Dikutip dari CNBC International, Selasa 26 Mei 2026, pada penutupan perdagangan Senin harga minyak mentah Brent turun sekitar 7 persen dan ditutup di level 96,14 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun lebih dari 6 persen menjadi 90,30 Dolar AS per barel.

Dalam unggahan di media sosial, Trump mengatakan pemerintahannya terus melakukan negosiasi dengan Iran dan mendorong sejumlah negara Timur Tengah untuk bergabung dalam Kesepakatan Abraham serta menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.


Ia juga memperingatkan bahwa AS bisa kembali melakukan serangan jika pembicaraan gagal mencapai hasil.

“Hanya akan ada kesepakatan besar untuk semua atau tidak ada kesepakatan sama sekali,” tulis Trump.

Di saat yang sama, Menteri Luar Negeri Iran dan kepala negosiator negara itu bertemu dengan Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani untuk membahas peluang kesepakatan damai.

Sebelumnya, Trump mengklaim bahwa kesepakatan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz sebagian besar sudah dinegosiasikan dan pengumuman resmi bisa segera dilakukan. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan energi dunia karena sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati wilayah tersebut sebelum perang pecah.

Sejak awal Maret, Iran memberlakukan blokade de facto di Selat Hormuz. Kapal yang melintas diwajibkan mendapat izin dari Iran atau berisiko diserang. Kebijakan itu muncul setelah serangan udara AS dan Israel menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei beserta sejumlah pejabat penting lainnya.

Blokade tersebut membuat ekspor minyak dari Timur Tengah terganggu parah dan memicu lonjakan harga energi global. Namun dalam beberapa hari terakhir, harga minyak mulai turun setelah Trump membatalkan rencana serangan udara lanjutan terhadap Iran demi memberi ruang bagi proses negosiasi.

Pekan lalu, harga minyak mentah AS sudah turun lebih dari 8 persen, sementara Brent melemah lebih dari 5 persen. Meski begitu, harga minyak masih tercatat naik lebih dari 30 persen sejak konflik besar antara AS, Israel, dan Iran pecah pada akhir Februari lalu.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya