Berita

Gedung BEI (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

BEI Atur Strategi Dorong Saham RI Kembali ke Panggung Global

SELASA, 26 MEI 2026 | 08:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak cepat merespons gelombang pendepakan saham domestik dari indeks internasional. 

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan komitmennya untuk mendorong kembali saham-saham tanah air agar masuk dalam daftar indeks global besutan MSCI dan FTSE Russell.

Sebagai langkah awal, BEI tengah menyusun jadwal internal untuk menggelar diskusi khusus dengan emiten-emiten potensial dalam waktu dekat. Target utamanya adalah perusahaan yang memiliki kapitalisasi pasar (market cap) besar dan tingkat likuiditas yang mumpuni.


“Akan kami ajak diskusi bagaimana kita bisa bersama-sama menambah jumlah perusahaan tercatat yang dapat masuk ke dalam indeks global. Tentu dengan cara yang baik dan sesuai dengan ketentuan. Kami akan memberikan dukungan untuk itu,” ujar Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta, dikutip Selasa 26 Mei 2026.

Dalam prosesnya, BEI memastikan tidak akan berspekulasi dan memilih patuh pada regulasi internasional yang berlaku. Emiten yang dibidik harus benar-benar memenuhi kualifikasi ketat yang ditetapkan oleh lembaga pemeringkat dunia.

“Kita lihat yang market cap-nya berada di kisaran yang seharusnya bisa masuk indeks dan tingkat likuiditasnya cukup baik. Itu nanti kita ajak diskusi,” jelas Jeffrey.

Upaya penyelamatan ini dilakukan setelah pasar modal Indonesia dihantam sentimen negatif akibat aksi bersih-bersih indeks global. 

Pada Rabu 13 Mei 2026, MSCI mengumumkan pendepakan 5 saham Indonesia dari indeks utama dan 13 saham dari indeks Small Cap yang berlaku efektif 29 Mei 2026. 

Kemudian, pada Sabtu 23 Mei 2026,  FTSE Russell dalam pengumumannya mencoret 4 saham Indonesia efektif per 22 Juni 2026.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Sinopsis Bapak Paling Jujur, Film Komedi Satir Politik Dibintangi Andovi Da Lopez

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:29

KPK Amankan Uang Rp1 Miliar saat OTT Bupati Klaten

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:26

Profil Letjen Kristomei Sianturi, Kepala BNPB yang Baru Dilantik Prabowo

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:13

Danantara Guyur Rp1,79 Triliun per Tahun untuk Beasiswa Dokter Spesialis

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:06

Utang Subsidi Pemerintah ke PT Pupuk Indonesia Bengkak

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:55

20 Orang Terjaring OTT KPK, Ada Bupati Klaten hingga ASN BPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:45

Survei Adidaya Institute: Mayoritas Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:43

Jalur Darat dan Sumur Bor Disiapkan untuk Tangani Karhutla Tanjung Puting

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:34

JXB Perkuat Promosi Pariwisata Menuju 5 Abad Jakarta

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:26

Kopdes Merah Putih Pekerjaan Besar Lintas Kementerian dan BUMN

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:23

Selengkapnya