Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Publika

Pemimpin Demokratis Dialogis

SELASA, 26 MEI 2026 | 04:58 WIB | OLEH: JIMMY H SIAHAAN

GEORGE Orwell melihat, "Bagaimana manusia, ketika diberi kekuasaan atas manusia lain, mulai berperilaku seperti babi".

Kutipan inspiratif tentang kekuasaan, korupsi, otoritas, ketidaksetaraan, dan mengapa kekuasaan dapat mengubah perilaku manusia oleh novelis Inggris yang terkenal dengan Animal Farm dan Nineteen Eighty-Four.

Niccolo Machiavelli menggambarkan tentang kepemimpinan dan strategi kekuasaan. "Singa tidak dapat melindungi dirinya dari jebakan, dan rubah tidak dapat membela dirinya dari serigala. 


Karena itu, seseorang haruslah proses pembelajaran hidup yang ampuh tentang bertahan hidup, kesuksesan, kebijaksanaan, kepercayaan diri, dan sifat manusia yang masih menginspirasi jutaan orang karena kesuksesan modern menuntut kekuatan tanpa rasa takut dan strategi yang cerdas.

Ternyata bagi manusia, dunia binatang menjadi simbol, contoh dan narasi yang nyata dan riil. 

Babi, Singa, Rubah serta Serigala adalah sebuah cermin tentang kekuasaan dan kepemimpinan. 

Kepemimpinan Baru 

Pendiri Alibaba, Jack Ma, mengatakan bahwa “Dunia membutuhkan kepemimpinan baru, tetapi kepemimpinan baru itu adalah tentang bekerja sama.”

Kutipan dari Jack Ma mencerminkan pandangannya tentang kepemimpinan modern di dunia yang semakin terhubung dan terglobalisasi. 

Seiring dengan ekspansi bisnis lintas batas dan revolusi industri yang pesat, kolaborasi menjadi lebih penting daripada model kepemimpinan tradisional dari atas ke bawah.

Kata-kata bijak Jack Ma menekankan bahwa kepemimpinan yang efektif saat ini bukan lagi tentang otoritas, melainkan tentang kerja sama. 

Hal ini menunjukkan bahwa kemajuan berasal dari upaya bersama, pengambilan keputusan kolektif, dan kemampuan untuk menyatukan orang-orang menuju tujuan bersama.

Melalui kutipan ini, Jack Ma ingin menyoroti nilai kerja tim dan kemampuan beradaptasi. 

Baik dalam lingkungan profesional maupun pribadi, kesuksesan sering kali bergantung pada kolaborasi, keterbukaan pikiran, dan kemauan untuk bekerja sama dengan orang lain. Kutipan ini berfungsi sebagai pengingat bahwa kepemimpinan yang kuat dibangun di atas fungsi kontrol.

Paradigma Baru 

Dalam The Leadership Secret of Collin Powell, Orari Harari menuturkan, berdasarkan perjuangan panjangnya itu, sebagai mantan Kastaf Tentara Gabungan AS, mantan Menlu AS, Colin Powell memunculkan paradigma yang sama sekali baru bagi sempurnanya kepemimpinan. 

Sebagai Jenderal bintang Empat, dalam memimpin bukan hanya menerima perbedaan pendapat, ia menyuburkannya. Ia lebih mementingkan orang ketimbang rencana dan strategi. Powell percaya kepada orang-orang di lapangan ketimbang kepada para petinggi di pusat. 

Kepemimpinan adalah tanggung jawab, kesepian. Powell juga memberi nasehat, "memimpinlah dengan teladan" karena rakyat selalu melihat pemimpinnya. Kepemimpinan tidak dapat dijadikan kontes popularitas. 

Memimpin itulah "menderita". Dalam bahasa Belanda, "leiden is lijden". Serupa dengan ucapan Jenderal Besar Soedirman: "Jangan biarkan rakyat menderita, biarlah kita prajurit (baca: Pemimpin) yang menderita".

Membangun Solidaritas

Dari kepemimpinan yang mau membangun kerjasama dan mendengar pendapat dari bawah kita mengharapkan adanya solidaritas baru atau kegotongroyongan di bangunkan dalam masyarakat.

Dalam Beyond Left and Right, Anthony Giddens membangun kerangka kerja untuk politik rekonstruksi yang mencakup nilai-nilai berikut:

Perlunya perbaiki solidaritas yang rusak dan terlupakan di masyarakat. Kesadaran tentang pengakuan pentingnya etika politik  kehidupan yang sehat. 

Perlu membangun  kepercayaan aktif menyiratkan politik yang baik bagi masa depan generasi yang akan datang. 

Saatnya kini kita merangkul demokrasi dialogis. Penting untuk mepertimbangkan dan mengevaluasi kembali konsep negara kesejahteraan. Dengan demikian hal yang harus dihadapi kedepan tidak terjadi kekerasan dalam masyarakat.

*Penulis adalah Eksponen Gema 77/78


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya