Berita

Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Megawati Soekarnoputri (kiri). Foto: Dokumen PDIP

Politik

Megawati Dorong Laut Jadi Pusat Geopolitik dan Inovasi Nasional

SABTU, 23 MEI 2026 | 13:50 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional, Megawati Soekarnoputri, menegaskan pentingnya menempatkan laut sebagai pusat inovasi sekaligus ruang strategis geopolitik nasional.

Menurut Megawati, kedaulatan kelautan merupakan aspek substansial dalam cara pandang geopolitik yang menempatkan Indonesia dalam perspektif global.

“Guna mewujudkan masa depan tersebut, BRIN harus mampu mengintegrasikan riset ke industri, kebijakan publik, dalam satu ekosistem inovasi nasional. Kita membutuhkan orkestrasi pengetahuan yang mampu menjembatani laboratorium dengan industri, kampus dengan pasar, riset dengan kebijakan negara, serta inovasi dengan pembangunan dan rakyat,” tegas Megawati dalam forum National Policy Dialogue Kedaulatan Kelautan Berbasis Kekayaan Hayati Kelautan yang digelar Universitas Gadjah Mada, dikutip Sabtu, 23 Mei 2026.


Megawati menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat oseanografi terbesar di Asia Tenggara. Karena itu, pembangunan sektor maritim harus didukung melalui penguatan peran perguruan tinggi sebagai pusat intelektualitas dan inovasi nasional.

Ia menyebut sejumlah perguruan tinggi memiliki peran strategis sesuai bidang keunggulannya masing-masing. Universitas Pattimura dan Universitas Cenderawasih, misalnya, diharapkan menjadi pusat penguasaan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi bidang kelautan.

Sementara itu, UGM disebut sebagai city of intellect dalam bidang Pancasila, demokrasi, pemerintahan, dan kebudayaan. Kemudian Institut Pertanian Bogor diarahkan sebagai pusat pengembangan kedaulatan pangan, Universitas Indonesia di bidang ekonomi dan kedokteran, serta Institut Teknologi Bandung sebagai pusat penguasaan teknologi industrialisasi, termasuk teknologi militer dan antariksa.

Menurut Presiden ke-5 RI itu, kekuatan geopolitik dan kekayaan hayati Indonesia harus menjadi fondasi pembangunan masa depan yang mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memperkuat kedaulatan bangsa.

Megawati menilai kekayaan biodiversitas laut Indonesia dapat menjadi basis pengembangan industri farmasi, bioteknologi kelautan, energi baru terbarukan, ekonomi karbon biru, hingga produksi pangan dan inovasi masa depan lainnya.

“Kita memerlukan orkestrasi besar antara negara, perguruan tinggi, peneliti, industri, dan masyarakat, karena pembangunan tidak bisa terpisah berjalan sendiri-sendiri. Pembangunan memerlukan irama, arah, tujuan yang sama yaitu Indonesia yang berdaulat, merdeka, berdikari,” ujarnya.

Ketua Umum PDIP itu berharap forum tersebut menjadi momentum lahirnya arus balik pembangunan menuju laut. Menurutnya, laut harus kembali menjadi landasan kemajuan peradaban Indonesia sekaligus pusat imajinasi pembangunan nasional.

“Saya percaya dengan ilmu pengetahuan dan inovasi Indonesia mampu mewujudkan cita-cita tersebut. Bung Karno pernah mengatakan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang percaya pada kekuatan bangsanya sendiri. Sekarang saatnya kita membuktikan keyakinan itu,” pungkasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya