Berita

Anggota Komisi V DPR RI Saadiah Uluputty (Foto: Dokumen F-PKS)

Politik

Komisi V DPR Tinjau Gangguan GPS Penerbangan, Minta Sistem Mitigasi Diperkuat

SABTU, 23 MEI 2026 | 09:01 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Gangguan sinyal GPS yang berulang dan berdampak pada penerbangan membuat Komisi V DPR RI turun langsung meninjau sistem navigasi udara nasional di Bandara Soekarno-Hatta. 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan penerbangan tetap terjaga di tengah meningkatnya ancaman terhadap teknologi navigasi udara.

Baru-baru ini, Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Bandara Soekarno-Hatta guna mengecek kesiapan sistem navigasi udara nasional menyusul munculnya gangguan sinyal GPS dalam beberapa waktu terakhir.


Anggota Komisi V DPR RI, Saadiah Uluputty, menegaskan bahwa pengawasan tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan sistem navigasi penerbangan nasional tetap aman dan andal.

“Kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI ke AirNav Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta hari ini merupakan langkah krusial untuk meninjau langsung kesiapan sistem navigasi udara nasional,” ujar Saadiah dalam keterangannya, Sabtu, 23 Mei 2026.

Dalam kunjungan itu, Komisi V DPR RI memfokuskan perhatian pada laporan gangguan GPS (GPS interference) yang terjadi pada April hingga awal Mei 2026. Gangguan tersebut diketahui berdampak pada puluhan penerbangan komersial di Indonesia.

Saadiah menekankan pentingnya investigasi menyeluruh untuk mengungkap sumber gangguan, pola interferensi, hingga wilayah yang berpotensi rawan terdampak.

“Investigasi diperlukan untuk mengonfirmasi laporan mengenai puluhan penerbangan komersial yang terdampak GPS interference pada awal April serta kasus susulan pada 5-6 Mei lalu,” tegasnya.

Selain investigasi, ia juga menyoroti kesiapan AirNav Indonesia dalam menghadapi gangguan navigasi modern, termasuk kesiapan sistem dan teknologi cadangan.

Menurut Saadiah, langkah mitigasi harus diperkuat melalui pengembangan sistem navigasi non-GPS, peningkatan prosedur keselamatan oleh pilot, serta pembaruan teknologi agar lebih responsif terhadap ancaman intervensi.

Lebih lanjut, Komisi V DPR RI juga mendorong penguatan koordinasi lintas sektor guna meningkatkan deteksi dini terhadap potensi gangguan, baik yang bersifat teknis maupun yang mengarah pada unsur kesengajaan.

“Koordinasi lintas sektor perlu diperkuat melalui sinkronisasi yang solid antara AirNav Indonesia, operator bandara (Angkasa Pura), Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, serta pihak keamanan udara nasional,” tandasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya