Berita

Unggahan surat pengunduran diri Tulsi Gabbard di X (Tangkapan layar RMOL dari akun X @TulsiGabbard)

Dunia

Kepala Intelijen AS Mundur

SABTU, 23 MEI 2026 | 07:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kabar mengejutkan datang dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Direktur Intelijen Nasional AS, Tulsi Gabbard, resmi mengundurkan diri dari jabatannya.

Melalui unggahan di akun X pribadinya pada Sabtu, 23 Mei 2026, Gabbard menyampaikan rasa terima kasih kepada Trump atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin Kantor Direktur Intelijen Nasional AS selama satu setengah tahun terakhir.

Gabbard mengatakan keputusan pengunduran diri tersebut diambil karena ia ingin mendampingi suaminya, Abraham Williams, yang baru didiagnosis menderita kanker tulang langka.


“Pada saat seperti ini, saya harus mundur dari pelayanan publik untuk berada di sisinya dan mendukungnya sepenuhnya dalam perjuangan ini,” tulis Gabbard dalam unggahannya.

Trump kemudian mengonfirmasi pengunduran diri tersebut melalui Truth Social. Ia mengatakan Gabbard telah melakukan pekerjaan yang luar biasa selama memimpin intelijen nasional AS dan pemerintah akan merindukannya. Untuk sementara, posisi itu akan diisi oleh Wakil Direktur Intelijen Nasional Aaron Lukas.

Gabbard sendiri baru menjabat kurang dari satu bulan setelah masa jabatan kedua Trump dimulai. Sebagai Direktur Intelijen Nasional atau DNI, ia memimpin komunitas intelijen Amerika Serikat yang mencakup 18 lembaga dan organisasi intelijen.

Sebelum bergabung dengan Partai Republik dan mendukung Trump, Gabbard dikenal sebagai mantan anggota Kongres dari Partai Demokrat asal Hawaii. Ia juga merupakan veteran militer yang pernah bertugas di Timur Tengah.

Meski sempat menjadi salah satu sekutu dekat Trump, masa jabatannya tidak lepas dari berbagai kontroversi. Ia beberapa kali dilaporkan berselisih dengan Trump dan pejabat Gedung Putih lainnya, terutama terkait kebijakan luar negeri dan isu Iran.

Ketegangan sempat mencuat ketika Gabbard mengkritik pihak-pihak yang dianggap mendorong perang dengan Iran. Saat itu, Trump bahkan secara terbuka membantah pernyataan Gabbard mengenai program nuklir Iran dengan mengatakan, “Dia salah.”

Pengunduran diri Gabbard menambah daftar pejabat penting pemerintahan Trump yang keluar dari kabinet sepanjang tahun ini. Sebelumnya, Menteri Tenaga Kerja Lori Chavez-DeRemer mengundurkan diri untuk bekerja di sektor swasta, sementara Jaksa Agung Pam Bondi dan Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem juga telah lebih dulu meninggalkan pemerintahan Trump.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya