Berita

Alat berat memadatkan badan jalan di kawasan food estate Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. (Foto: Istimewa)

Politik

PSN Wanam Harus Jalan, Penting untuk Ketahanan Pangan Jangka Panjang

JUMAT, 22 MEI 2026 | 18:27 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Proyek Strategis Nasional (PSN) pengembangan kawasan lumbung pangan (food estate) berupa cetak sawah baru seluas satu juta hektare di Wanam, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan menjadi hal yang sangat penting, terutama untuk jangka panjang.

Begitu dikatakan Wakil Ketua Komisi IV DPR Panggah Susanto menyikapi munculnya propaganda menyerang program ketahanan pangan nasional yang diusung Presiden Prabowo Subianto melalui film dokumenter berjudul Pesta Babi.

"Cetak sawah baru ini penting untuk ketahanan pangan jangka panjang, untuk menghindari ketergantungan pangan dari negara lain," ujar Panggah kepada wartawan, Jumat 21 Mei 2026.


Tak hanya itu, Legislator Partai Golkar itu juga memaparkan untuk jangka pendek, ketahanan pangan tentu dapat mengoptimalkan lahan yang ada, demi mencapai kedaulatan.

"Selain itu untuk capaian ketahanan pangan dalam jangka pendek dan menengah secara simultan juga dengan mengoptimalkan lahan yang ada," jelas Panggah.

Sebagaimana diketahui, film karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale itu menggambarkan perjuangan masyarakat adat di Papua Selatan dalam mempertahankan tanah leluhur dan hutan adat mereka dari ancaman proyek-proyek skala besar yang mengatasnamakan pembangunan. 

Hutan dan lahan yang digambarkan dalam isi film tersebut juga bukan bagian PSN dan bukan berlokasi di Wanam yang mencetak sawah satu juta hektare.

Senada dengan Panggah, sebelumnya Direktur Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menilai, film Pesta Babi kalau bukan sebatas kreativitas film akan menjadi masalah. 

"Yang salah adalah jika hal tersebut dilakukan dengan tujuan delegitimasi dan agenda politik terselubung," kata Iwan.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya