Berita

Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menerima plakat usai menjadi Narasumber pada rangkaian IPA Convex ke-50 di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026. (Foto: Dok. Pertamina)

Bisnis

Wadirut Pertamina Beberkan Peran Vital NOC Jaga Kedaulatan Energi

JUMAT, 22 MEI 2026 | 17:18 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Perusahaan minyak milik negara atau National Oil Company (NOC) memegang peranan sangat strategis dalam membentengi ketahanan energi sekaligus menyokong pertumbuhan ekonomi nasional. Peran krusial ini kian nyata di tengah hantaman ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi pasar energi global.

Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza saat menjadi pembicara dalam diskusi panel bertajuk “Global Challenges: NOCs at the Heart of Energy Resilience” pada rangkaian agenda IPA Convex ke-50 di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.

Oki menguraikan, NOC tidak sekadar beroperasi sebagai entitas bisnis yang mengejar profit, melainkan mengemban mandat negara untuk menjaga pasokan energi tetap aman.


"Karena itu, strategi pengembangan energi tidak hanya bertumpu pada minyak, tetapi juga perlu memperkuat peran gas bumi sebagai energi transisi yang mampu menyediakan energi lebih terjangkau dengan emisi yang lebih rendah,” tegas Oki.

Lebih lanjut, Oki menyentil perlunya arsitektur dukungan yang kokoh dari pemerintah agar proyek strategis nasional berjalan mulus. Ia mencontohkan keberhasilan proyek LNG Mozambique yang disokong penuh oleh Pemerintah Jepang lewat kolaborasi instrumen negara seperti JOGMEC, JBIC, NEXI, hingga perusahaan JERA.

Menurutnya, sinergi kebijakan, pembiayaan, asuransi, serta kepastian pasar (offtaker) dari pemerintah sangat dibutuhkan agar proyek energi menjadi layak atau bankable.

"Dengan begitu, NOC dapat menjalankan mandat ketahanan energi secara lebih efektif, namun tetap menjaga disiplin investasi,” jelasnya.

Oki juga blak-blakan menyoroti tantangan gap atau celah antara kapasitas pengolahan kilang domestik dengan angka produksi harian. Saat ini, kapasitas pengolahan kilang Pertamina mampu menembus kisaran 1 juta barel per hari (bph), sedangkan produksi minyak mentah nasional baru menyentuh angka sekitar 600 ribu bph.

Untuk menambal celah tersebut, Pertamina getol memacu produksi migas domestik dan memperluas portofolio internasional secara selektif guna mengamankan pasokan kebutuhan dalam negeri.

Memanfaatkan posisinya sebagai perusahaan energi terintegrasi dari hulu ke hilir, Pertamina juga terus merapatkan barisan dengan sesama NOC maupun International Oil Company (IOC) demi menekan risiko investasi dan mempercepat transfer teknologi.

Di akhir pemaparannya, Oki menyebut kawasan ASEAN kini menjadi magnet investasi energi global yang paling seksi. Hal ini didorong oleh stabilitas politik, dukungan regulasi yang ramah investor, serta lonjakan permintaan pasar.

“ASEAN menjadi kawasan yang sangat menarik bagi investasi karena memiliki pasar yang besar dan pertumbuhan permintaan energi yang kuat. Bahkan sekitar 50 persen pertumbuhan permintaan energi global berasal dari kawasan ini,” demikian Oki.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya