Berita

Luke Mahony. (Foto: LinkedIn)

Bisnis

Luke Mahony Ditunjuk jadi Dirut BUMN Ekspor DSI

KAMIS, 21 MEI 2026 | 16:24 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

CEO Danantara Rosan Roeslani membenarkan penunjukan eks Direktur PT Vale Indonesia Tbk (INCO), Luke Thomas Mahony, sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), BUMN baru yang dibentuk pemerintah untuk mengelola dan mengendalikan ekspor SDA strategis nasional.

"Untuk saat ini Luke Thomas. Ada Thomas thomas," ujar Rosan usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri bidang perekonomian di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026. 

Meski nama direktur utama telah dikonfirmasi, Rosan menegaskan proses pembentukan organisasi masih berjalan. Danantara saat ini masih menghimpun masukan dari berbagai pemangku kepentingan sebelum memperkenalkan struktur manajemen secara resmi kepada publik.


"Nanti. Nanti kan kita, ini dulu. Tadi meeting. Nanti kita mau ini dulu, mendengarkan masukan. Nanti sore juga dari semua asosiasi, para kadin, Apindo, asosiasi sawit apbi, batubara, semua kita juga sekaligus sosialisasi," ujarnya. 

Saat ditanya alasan penunjukkan Mahony, Rosan menjawab bahwa penentuan jajaran direksi dilakukan berdasarkan rekam jejak dan kapasitas profesional yang dimiliki masing-masing kandidat. 

Menurutnya, proses tersebut serupa dengan langkah yang ditempuh saat membangun struktur organisasi Danantara.

"Ya ini kan kita lagi dalam tahap untuk menguatkan tim. Nanti kita akan, nanti akan kita tampilkan fullnya tim. Bisa dilihat track record nya apa, kemampuannya jelas gitu. seperti kita bangun danantara dlu," kata Rosan.

Luke Mahony dikenal sebagai profesional tambang berpengalaman lulusan University of New South Wales (UNSW), Australia. 

Kariernya ditempa di sejumlah perusahaan tambang kelas dunia seperti Xstrata Coal, BHP Billiton, dan Vale, sebelum bergabung dengan PT Vale Indonesia sebagai Chief Strategy and Technical Officer. 

Sejak September 2025, Mahony dipercaya menjabat Senior Executive Vice President (SEVP) Business Performance & Optimization di Danantara Indonesia, hingga akhirnya ditunjuk memegang kendali PT DSI per-Mei tahun.

PT DSI sendiri merupakan entitas baru yang dibentuk setelah Presiden Prabowo menerbitkan Peraturan Pemerintah mengenai tata kelola ekspor SDA strategis. 

Pada tahap awal, perusahaan ini akan mengendalikan ekspor komoditas utama Indonesia, yakni kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi (ferro alloys), sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar global.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

PT CNI Serahkan Duit Rp401 Miliar ke Kejagung

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:27

Detik-Detik Bareskrim Gerebek Kasino di Batam: Pemain Panik, Rp7,7 Miliar Disita

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:23

Owner VIMA Buka Suara soal Legalitas dan Perizinan Resmi

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:51

Masyarakat Diminta Berikan Data Jujur untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:46

Enam Perusahaan di Kalimantan Disanksi Terkait Karhutla

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:38

Corpus Juris Civilis Tahun 528 M sebagai Fondasi Hukum Modern

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:34

Destry Pimpin BI Cerminkan Kuatnya Kepemimpinan Perempuan

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:24

Prabowo Tahu Persis Siapa yang Ingin Menjatuhkannya

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:05

PGNMAS Boyong BerandaMAS di Danantara Housing Expo 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:03

Kemenperin Minta Tambahan Anggaran Rp1,72 Triliun

Senin, 31 Agustus 2026 | 18:54

Selengkapnya