Berita

Presiden Prabowo Subianto bersama Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP, Puan Maharani. (Foto: Dok DPR)

Politik

Pujian Prabowo ke PDIP Bukan Sekadar Basa-basi Politik

KAMIS, 21 MEI 2026 | 10:22 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pidato Presiden Prabowo Subianto di rapat paripurna DPR RI dinilai menyimpan pesan politik penting terkait hubungan pemerintah dengan PDI Perjuangan.

Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada PDIP yang tetap memilih berada di luar pemerintahan. Menurut Presiden, keputusan PDIP menjadi oposisi merupakan bagian penting dalam menjaga keseimbangan demokrasi dan fungsi pengawasan terhadap pemerintah.

Bagi Pengamat politik Nurul Fatta, bagian tersebut justru menjadi poin politik paling menarik dari keseluruhan pidato Presiden.


“Prabowo memuji PDIP sebagai partai yang ‘berkorban untuk demokrasi’. Presiden menceritakan bagaimana Megawati pernah membantunya secara personal. Presiden juga berkata terima kasih kepada oposisi,” ujar Fatta kepada RMOL, Kamis, 21 Mei 2026.

Ia menilai pujian Prabowo terhadap PDIP bukan sekadar basa-basi politik, melainkan langkah komunikasi politik yang sangat kalkulatif.

Menurutnya, momentum itu dilakukan karena Prabowo sedang bersiap mengumumkan berbagai kebijakan besar dan disruptif, mulai dari kebijakan ekspor tunggal BUMN, pengelolaan devisa hasil ekspor, hingga perombakan tata kelola komoditas nasional.

“Kebijakan sebesar ini membutuhkan iklim politik yang stabil. Presiden tidak bisa berperang di dua front sekaligus, di mana satu sisi melawan oligarki ekonomi sambil menghadapi oposisi politik yang keras di sisi yang lain,” jelasnya.

Nurul Fata menilai pujian terhadap PDIP di forum resmi DPR dapat dibaca sebagai upaya Presiden meredam tensi politik, setidaknya dalam jangka pendek.

“Dengan memuji PDIP dari podium DPR, presiden sedang membeli ketenangan politik minimal untuk jangka pendek. Pesannya kepada PDIP sangat jelas, kira-kira presiden ingin mengatakan, ‘Saya tidak memusuhi kalian, jangan persulit saya’,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengatakan respons PDIP terhadap gestur politik tersebut masih menjadi tanda tanya besar.

“Pertanyaan politiknya adalah apakah PDIP akan menelan gestur ini begitu saja mentah-mentah, atau justru membacanya sebagai kelemahan Prabowo dan memilih untuk tetap keras?” katanya.

Selain itu, Nurul Fata juga melihat kemungkinan lain di balik komunikasi politik Prabowo tersebut, yakni menunjukkan bahwa hubungan Prabowo dan PDIP tidak bisa dipisahkan begitu saja karena memiliki jejak historis panjang dalam kontestasi politik nasional.

“Atau komunikasi ini ingin menunjukkan bahwa Prabowo dan PDIP tidak bisa diadu domba, tidak bisa dipisahkan karena memiliki jejak historis panjang dalam pencalonan presiden wakil presiden saat itu,” lanjutnya.

Bahkan, menurut dia, pidato itu juga bisa dibaca sebagai sinyal politik jangka panjang terkait kemungkinan kerja sama pada Pilpres 2029.

“Atau bisa saja Presiden sedang memberi isyarat politik bahwa PDIP bisa saja bergabung dengan koalisi, atau bahkan lebih jauh soal koalisi Pilpres di 2029 nanti, Prabowo sedang mengincar kader PDIP misalnya untuk periode keduanya,” pungkasnya.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya