Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Kerahkan Radar Canggih untuk Lacak Aset Tersembunyi

RABU, 20 MEI 2026 | 12:51 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah akan serius mengusut praktik penyembunyian harta ilegal yang diduga dilakukan oknum pejabat dan pihak tertentu.

Komitmen itu disampaikan Prabowo saat memaparkan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 dalam rapat paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

Prabowo mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi pertahanan seperti radar memungkinkan pelacakan objek yang tersembunyi di bawah tanah, termasuk gudang senjata maupun ranjau. 


Teknologi serupa, kata dia, akan dimanfaatkan pemerintah untuk memburu aset-aset yang sengaja disembunyikan.

“Radar sekarang bisa mencari ranjau, bisa mencari... kita akan pakai untuk mencari bunker-bunker di sekitar kau,” tegas Prabowo.

Prabowo juga memperingatkan pihak-pihak yang selama ini merasa aman menyembunyikan kekayaan melalui kepemilikan lahan atau aset dalam jumlah besar. 

Menurutnya, pengawasan berbasis satelit kini mampu memotret kondisi secara detail tanpa perlu melakukan pemeriksaan langsung di lapangan.

“Mereka yang punya kebun-kebun luas dikira gak akan ada pejabat yang bisa ngecek. Saudara-saudara sekarang ada satelit. Ngga usah kita cek fisik bisa kita foto. Tiap pohon bisa kita foto. Pohon per pohon kita bisa foto jadi kau mau menipu bagaimanapun kita akan ketemu penipuan kau saudara-saudara sekalian,” ujar Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo turut menyinggung adanya pihak-pihak yang diduga membekingi praktik penyembunyian kekayaan tersebut. 

“Tapi biasanya mereka-mereka itu ada bekingnya. Bekingnya biasanya seragamnya itu kalau ngga ijo ya cokelat. Betul?” kata Prabowo.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya