Presiden Prabowo Subianto (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto membeberkan alasan dirinya turun langsung menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 dalam rapat paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti situasi global yang dinilai semakin kompleks akibat konflik di berbagai kawasan dunia, mulai dari Eropa hingga Timur Tengah.
Kondisi geopolitik dan geoekonomi global yang penuh ketidakpastian tersebut mendorong Presiden perlu hadir langsung di hadapan parlemen untuk menjelaskan arah kebijakan ekonomi pemerintah ke depan.
"Karena kondisi yang kita hadapi seperti ini, saya berpendapat bahwa Presiden Republik Indonesia harus hadir langsung menyampaikan pokok-pokok pikiran perekonomian dan pengelolaan negara," tegas Prabowo.
Kepala Negara turut menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota MPR, DPR, serta DPD RI atas pelaksanaan rapat paripurna yang berlangsung bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional.
"Saya ingin menyampaikan penghargaan saya setinggi-tingginya kepada pimpinan dan anggota MPR, DPR, dan DPD RI atas diselenggarakannya rapat paripurna DPR ini yang dihadiri anggota DPR dan DPD RI bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional kita," ujar Prabowo.
Prabowo tiba di kompleks Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu pagi, 20 Mei 2026 sekitar pukul 09.30 WIB dan disambut langsung oleh Ketua DPR RI Puan Maharani.
Menteri Kabinet Merah Putih yang hadir dalam rapat tersebut di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno.
Turut hadir Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan jajaran pejabat negara lainnya.