Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Purbaya Kucurkan Rp2,2 Triliun untuk Stabilkan Rupiah Lewat Buyback Obligasi

RABU, 20 MEI 2026 | 10:41 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah terpaksa turun tangan ke pasar obligasi untuk menjaga stabilitas Rupiah yang terus tertekan terhadap Dolar AS.

Intervensi dilakukan melalui aksi pembelian kembali obligasi negara (buyback) yang dilepas investor asing di pasar sekunder.

“Rupiah gonjang-ganjing, jadi pemerintah terpaksa, bukan pemerintah ya? Saya, pemerintah (bilang) terpaksa boleh enggak? Melakukan inisiatif menjaga stabilitas di pasar obligasi,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip Rabu, 20 Mei 2026.


Purbaya mengungkapkan, pemerintah telah melakukan intervensi di pasar obligasi sebanyak tiga kali dengan total nilai mencapai Rp2,2 triliun.

Ia merinci, aksi pembelian pertama dilakukan pada Rabu, 13 Mei 2026 sebesar Rp100 miliar. Intervensi kemudian dilanjutkan pada Senin, 18 Mei 2026 senilai Rp830 miliar, dan kembali ditambah Rp1,29 triliun pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2026.

Menurut Purbaya, skema buyback dilakukan secara fleksibel dengan pola masuk dan keluar pasar sesuai kondisi yang berkembang.

“Kita pakai masuk-keluar, masuk-keluar sesuai kebutuhan dan kondisi. Bukan buyback untuk di-hold terus-terusan. Kita buyback untuk mengembalikan stabilitas pasar obligasi,” jelasnya.

Ia menilai langkah tersebut penting untuk menahan tekanan di pasar obligasi sekaligus menjaga kepercayaan investor terhadap surat utang Indonesia.

Purbaya juga menepis anggapan bahwa intervensi pemerintah akan merusak mekanisme pasar. Menurut dia, investor asing masih melihat obligasi pemerintah Indonesia cukup menarik.

“Artinya mereka sayang juga jual itu karena menguntungkan rupanya. Jadi masih kredibel surat utang kita itu. Kalau mereka jual, saya beli, jadi asing juga enggak ngelepas (obligasi),” ujarnya.

Selain itu, Purbaya mengklaim arus modal asing mulai kembali masuk setelah pemerintah aktif menyerap obligasi di pasar. Nilainya disebut mencapai Rp1,68 triliun, baik melalui pasar primer maupun sekunder.

Masuknya dana asing tersebut diyakini dapat membantu menopang nilai tukar Rupiah karena turut membawa suplai Dolar AS ke dalam negeri.

“Mereka mulai masuk, Dolar mulai masuk kan harusnya. Mungkin enggak semuanya instan ya, sebagian beberapa hari kemudian settlement, Dolar dua hari lagi. Tapi yang jelas di tengah goncangan seperti itu, asing mulai masuk ke sini,” tandasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya