Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Generate AI)

Bisnis

Jelang Pidato Prabowo di DPR, IHSG dan Rupiah Kompak Melemah

RABU, 20 MEI 2026 | 09:45 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pasar keuangan domestik kembali berada di bawah tekanan menjelang pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI pada Rabu, 20 Mei 2026.

Dalam agenda tersebut, kepala negara dijadwalkan menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2027.

Mengutip data RTI Business, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi dibuka melemah 52,08 poin atau turun 0,82 persen ke level 6.318.


Volume transaksi tercatat mencapai 3,62 miliar saham dengan nilai perdagangan sebesar Rp1,74 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 256.189 kali.

Sebanyak 379 saham terkoreksi, 187 saham menguat, dan 147 saham bergerak stagnan.

Tekanan juga terjadi di pasar valuta asing. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah berada di level Rp17.713 per dolar AS atau melemah 0,04 persen.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut penyampaian KEM-PPKF 2027 langsung oleh presiden menjadi yang pertama dalam sejarah. Selama ini, pidato tersebut umumnya disampaikan oleh Menteri Keuangan.

“Ini sejarah untuk pertama kali Presiden menyampaikan pidato KEM-PPKF. Nggak ada (alasan), kan bebas. Nggak ada hukumnya kan. Saya pikir nggak ada undang-undangnya kan. Suka-suka lah. Kebetulan Presiden mau ngomong ya nggak apa-apa. Saya sih senang, kenapa? Gue nggak ngomong,” ujar Purbaya.

Menurut dia, Presiden turun langsung menyampaikan KEM-PPKF karena dokumen tersebut memuat berbagai program prioritas pemerintah untuk tahun mendatang.

“Ada pesan-pesan penting di KEM-PPKF, di mana di dalamnya ada program-program unggulan Presiden. Jadi harus dia yang ngomong, bukan saya,” kata Purbaya.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya