Berita

Juru Bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad (Foto: Kemlu RI)

Politik

Kemlu: WNI Ditangkap Israel Bertambah Jadi Tujuh Orang

RABU, 20 MEI 2026 | 07:41 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melaporkan jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap militer Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 kembali bertambah. 

Dari sebelumnya lima orang, kini total tujuh WNI dilaporkan telah ditangkap militer Israel di sekitar perairan Siprus dan Mediterania Timur.

Juru Bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela mengatakan, perkembangan terbaru itu diperoleh pemerintah Indonesia pada Selasa malam, 19 Mei 2026 pukul 19.50 WIB. 


Saat ini, dua WNI lainnya masih berada di kapal Kasr 1 Sadabat yang terus berlayar dalam misi kemanusiaan menuju Gaza.

“Berdasarkan informasi terkini (19.50 WIB), jumlah WNI yang ditangkap Israel telah bertambah. Dari total 9 (sembilan) WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi GSF 2.0, kini sebanyak 7 (tujuh) WNI dilaporkan telah ditangkap. Sementara itu, 2 (dua) WNI lainnya diketahui masih berada dalam kapal Kasr 1 Sadabat,” kata Nabyl dalam keterangannya. 

Pemerintah Indonesia juga terus mencermati kemungkinan terjadinya intersepsi lanjutan terhadap kapal yang masih berada di jalur pelayaran kawasan tersebut.

“Situasi di lapangan masih sangat dinamis. Kedua WNI yang masih berlayar tersebut tetap berada dalam kondisi rawan dan sewaktu-waktu dapat mengalami intersepsi atau penangkapan oleh militer Israel,” lanjutnya.

Nabyl mengatakan, sebagai langkah antisipasi, Kemlu bersama sejumlah perwakilan RI di luar negeri kini berada dalam posisi siaga penuh.

Pihaknya terus melakukan verifikasi terkait posisi dan kondisi para WNI, sekaligus menyiapkan berbagai langkah pelindungan apabila diperlukan.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Perjalanan Karier Nanik S Deyang dari Jurnalis hingga Pimpin Dewan Pengawas BGN

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:23

Deklarasi Gus Kikin Maju Ketum PBNU Tuai Protes Sejumlah PCNU Jatim

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:13

Pesan Menag di FABC: Sinodalitas Gereja Cermin Musyawarah dan Gotong Royong

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:08

Prabowo Restui Pengunduran Diri Nanik dari BGN, Siapkan Dewan Pengawas Baru

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:06

Emas Antam Mulai Naik, Harga Buyback Tembus Rp2,38 Juta per Gram

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Prabowo Puji Keterlibatan Perwira TNI-Polri dalam Penanganan Bencana Sumatera

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Saat Jakarta jadi Jembatan Persaudaraan Asia

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:45

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.913 per Dolar AS Jelang Rilis Suku Bunga BI

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:34

KPK Bongkar Dugaan Penyamaran Aset Bupati Lombok Barat, Pasal TPPU Disiapkan

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:29

Ancaman Houthi Guncang Pasar, Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:24

Selengkapnya