Berita

Presiden Prabowo Subianto menyerahkan enam pesawat tempur Rafale kepada TNI Angkatan Udara dalam upacara kenegaraan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin 3 November 2025. (Foto: Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Kirim Pesan Geopolitik kepada Dunia Lewat Jet Rafale

RABU, 20 MEI 2026 | 05:15 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Langkah Presiden Prabowo Subianto menyerahkan enam jet tempur Rafale beserta sejumlah alutsista strategis kepada TNI AU dinilai bukan sekadar seremoni penguatan militer biasa. 

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai momen tersebut merupakan pesan strategis Indonesia kepada dunia internasional bahwa Jakarta mulai memasuki fase baru pembangunan kekuatan pertahanan nasional.

Menurut Amir, keputusan memperkuat TNI AU melalui pesawat tempur generasi modern seperti Rafale menunjukkan adanya pembacaan serius pemerintah terhadap perubahan geopolitik global yang semakin tidak stabil.


“Ini bukan hanya soal membeli pesawat. Ini soal bagaimana Indonesia membaca arah dunia. Dunia sedang bergerak ke situasi yang makin tidak pasti," kata Amir, dikutip Selasa 20 Mei 2026.

Menurut Amir, konflik tidak lagi hanya perang terbuka, tetapi perang pengaruh, perang teknologi, perang ekonomi, hingga perebutan wilayah strategis.

Di mata Amir, Presiden Prabowo memahami bahwa Indonesia tidak bisa terus bertahan dengan paradigma pertahanan lama di tengah meningkatnya eskalasi global, terutama di kawasan Indo-Pasifik.

Amir melihat, kawasan Asia kini sedang menjadi pusat perebutan pengaruh kekuatan dunia. Ketegangan Laut China Selatan, rivalitas Amerika Serikat dan China, konflik Rusia-Ukraina, perang di Timur Tengah, hingga perlombaan teknologi militer telah menciptakan efek domino terhadap negara-negara berkembang termasuk Indonesia.

“Indonesia berada di posisi yang sangat strategis. Jalur perdagangan dunia lewat sini. Laut kita luas. Sumber daya kita besar. Dalam dunia intelijen geopolitik, negara seperti Indonesia pasti masuk radar seluruh kekuatan besar dunia,” kata Amir.

Kehadiran Rafale, kata Amir, memiliki makna simbolik dan strategis sekaligus. Simbolik karena menunjukkan Indonesia ingin tampil sebagai negara dengan kekuatan udara modern. Strategis karena pesawat tersebut memiliki kemampuan multirole yang mampu menjalankan berbagai operasi tempur secara fleksibel.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya