Berita

Menko Airlangga Hartarto. (Foto: RMOL/Alifia)

Politik

Ini Respons Airlangga soal Rumor Pembentukan Badan Khusus Ekspor Komoditas

RABU, 20 MEI 2026 | 01:00 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons rumor pembentukan badan khusus ekspor komoditas strategis yang ramai beredar.

Namun Airlangga belum mau membeberkan detail rencana tersebut dan meminta menunggu pembahasan resmi.

“Ya kalau besok kan ada acara di DPR, kita tunggu aja acara di DPR," kata Airlangga di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa 19 Mei 2026.


Airlangga sebelumnya juga mengatakan pemerintah memang tengah menyiapkan kebijakan untuk memperkuat devisa negara sekaligus mengoptimalkan ekspor nasional.

“Kebijakan itu nanti mendorong penguatan devisa kita dan optimalisasi komoditas-komoditas yang bisa didorong menjadi ekspor,” kata Airlangga.

Rumor pembentukan badan ekspor mencuat setelah beredar kabar pemerintah akan mengatur ekspor sejumlah komoditas strategis melalui lembaga khusus bentukan negara. 

Komoditas yang disebut akan masuk dalam pengaturan itu antara lain batu bara, crude palm oil (CPO), hingga mineral logam.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim sebelumnya mengatakan, rumor pembentukan badan tersebut menjadi salah satu pemicu ambruknya pasar saham domestik pada perdagangan Selasa 19 Mei 2026.

Menurutnya investor khawatir kebijakan tersebut membuka ruang intervensi negara terhadap harga jual komoditas unggulan.

"IHSG melemah akibat tekanan jual setelah beredarnya rumor bahwa pemerintah berencana untuk mengatur ekspor komoditas melalui satu badan khusus bentukan negara," kata Ratna dalam kajiannya.

Untuk diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 228,56 poin atau 3,46 persen ke level 6.370,68.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya