Ketua Umum PDRI, Dr. Vitri C. Mallarangeng (tengah), Ketua PIA Fraksi Demokrat DPR RI, Aliya Rajasa Yudhoyono, (tengah kanan) (Foto: Dokumentasi pribadi)
Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI) menerima kunjungan delegasi perempuan dari People’s Action Party (PAP) Women’s Wing Singapura dalam agenda diskusi dan pertukaran gagasan mengenai penguatan kepemimpinan perempuan di bidang politik dan pemerintahan.
Delegasi Singapura dipimpin Sim Ann yang menjabat sebagai Senior Minister of State Ministry of Foreign Affairs & Ministry of Home Affairs Singapura.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Ketua PIA Fraksi Demokrat DPR RI, Aliya Rajasa Yudhoyono, bersama jajaran pengurus dan kader perempuan Partai Demokrat.
Ketua Umum PDRI, Dr. Vitri C. Mallarangeng, mengatakan Indonesia dan Singapura memiliki komitmen yang sama dalam memperkuat peran perempuan dalam demokrasi dan pembangunan bangsa.
Menurutnya, perempuan memiliki kontribusi penting dalam menciptakan kebijakan yang lebih inklusif, responsif, serta dekat dengan kebutuhan masyarakat.
“Perempuan memiliki kontribusi penting dalam menciptakan kebijakan yang lebih inklusif, responsif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Vitri dalam keterangannya, Selasa, 19 Mei 2026.
Vitri menjelaskan, PDRI sebagai organisasi sayap perempuan Partai Demokrat terus mendorong penguatan partisipasi politik perempuan melalui pendidikan politik, pengembangan kepemimpinan, hingga advokasi kebijakan yang responsif gender.
Dalam forum tersebut, kedua delegasi juga membahas perjalanan reformasi di Indonesia yang membuka ruang lebih luas bagi perempuan untuk terlibat dalam politik, termasuk melalui kebijakan kuota 30 persen keterwakilan perempuan.
Saat ini, keterwakilan perempuan di parlemen Indonesia disebut meningkat dari sekitar 9 persen pada 1999 menjadi sekitar 21 persen dalam beberapa tahun terakhir.
Selain itu, delegasi Indonesia dan Singapura turut bertukar pandangan mengenai pengembangan kader perempuan muda, program mentorship, pendidikan kepemimpinan, serta peluang kerja sama bilateral antarorganisasi perempuan di kedua negara.
“PDRI berharap pertemuan ini menjadi langkah awal dalam mempererat kolaborasi regional untuk mendorong lahirnya lebih banyak pemimpin perempuan yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat dan kawasan ASEAN,” tutup Vitri.