Berita

Ustaz Bachtiar Nasir. (Foto: YouTube Bachtiar Nasir)

Dunia

Selamatkan WNI di Kapal Global Sumud Flotilla Lewat Diplomasi Darurat

SENIN, 18 MEI 2026 | 22:57 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pemerintah Indonesia perlu mengambil langkah diplomasi darurat atas intersepsi angkatan laut Israel terhadap kapal kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang di dalamnya terdapat Warga Negara Indonesia (WNI).

"Kemlu agar segera mengambil langkah diplomatik darurat untuk memastikan keselamatan seluruh warga negara Indonesia yang tergabung dalam armada Global Sumud Flotilla 2.0,” tegas Pembina Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Ustaz Bachtiar Nasir, Senin, 18 Mei 2026.

UBN menekankan, armada tersebut murni misi sipil yang membawa bantuan logistik kemanusiaan serta pesan solidaritas global bagi rakyat Gaza, bukan sebuah operasi militer.


Oleh karena itu, tindakan pengepungan dan intersepsi paksa yang dilakukan militer Israel di perairan internasional dinilai sebagai bentuk pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan hak asasi manusia (HAM).

Ia mengingatkan bahwa para delegasi asal Indonesia membawa amanah besar dari masyarakat tanah air untuk membela rakyat Palestina yang kini terjebak di bawah blokade ketat dan krisis berkepanjangan.

Tak hanya menuntut ketegasan pemerintah pusat, tokoh ulama ini juga mendesak Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) serta lembaga HAM internasional untuk segera turun tangan.

Dunia internasional harus menekan Israel agar menghentikan aksi premanisme di laut terhadap kapal sipil, sekaligus membebaskan seluruh aktivis kemanusiaan yang ditahan.

Ustaz Bachtiar Nasir turut menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk merapatkan barisan, memperkuat solidaritas, serta memberikan dukungan moral bagi para relawan yang berada di atas kapal.

“Jangan biarkan para relawan kemanusiaan menghadapi kekuatan militer tanpa suara pembelaan dari dunia,” cetus Ustaz Bachtiar Nasir.

Kendati demikian, ia mengimbau masyarakat agar tidak menelan mentah-mentah kabar yang beredar. Ia meminta publik berhati-hati dalam menyebarkan informasi terkait insiden ini dan wajib mengutamakan sumber yang valid demi menjaga keselamatan para delegasi di lapangan.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya