Berita

Pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) di Bandung, Jawa Barat. (Foto: OJK)

Nusantara

Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat, OJK Jabar Dorong Frontliner Bank Ramah Disabilitas

Laporan: Djarot MK
SENIN, 18 MEI 2026 | 19:00 WIB

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat komitmen nyata dalam menghadirkan ekosistem keuangan yang inklusif dan bebas diskriminasi.

Langkah konkret ini diwujudkan lewat pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) bagi para petugas garda terdepan (frontliner) perbankan yang digelar di Bandung Creative Hub, Senin, 18 Mei 2026.

Tak tanggung-tanggung, program strategis ini diikuti oleh 38 frontliner perwakilan dari 31 bank di Kota Bandung. Pelatihan ini dibidik untuk menciptakan pelayanan publik yang jauh lebih ramah, setara, dan berperikemanusiaan.


Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman menegaskan, penyediaan layanan inklusif kini bukan lagi sekadar program pemanis atau opsional. Hal ini sudah menjadi kewajiban mutlak bagi industri jasa keuangan nasional.

Aturan tegas ini mengacu pada Peraturan OJK (POJK) 22/2023 yang mengamanatkan kesetaraan akses bagi konsumen disabilitas.

“Perusahaan jasa keuangan harus mengintegrasikan prinsip inklusi ke dalam kebijakan inti layanan mereka. Semua masyarakat memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses layanan keuangan,” tegas Darwisman.

Darwisman menjelaskan, pelatihan Bisindo bagi para pencatat transaksi dan penyambut nasabah ini merupakan bagian dari implementasi konsep layanan inklusif bertajuk “SETARA” (Setara, Edukatif, Transparan, Aksesibel, Responsif, dan Aman).

Menurutnya, aksesibilitas bukan melulu soal fasilitas fisik seperti bidang miring atau lift khusus. Kemampuan SDM perbankan dalam memahami instrumen komunikasi unik khas disabilitas justru menjadi kunci utama rasa aman nasabah.

Program ini juga berkelindan erat dengan gerakan “DIA KITA”, sebuah inisiatif masif untuk mendongkrak literasi serta penetrasi akses keuangan bagi penyandang disabilitas di seantero Jawa Barat.

Senada, Kepala Bagian Perekonomian Kota Bandung yang mewakili Walikota, Dicky Wishnumulya menilai keberhasilan pembangunan kota tidak melulu soal angka pertumbuhan ekonomi. Indikator utamanya adalah sejauh mana pelayanan publik mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat.

“Ketika frontliner perbankan mampu melayani dengan Bisindo, maka teman-teman disabilitas memiliki kesempatan yang sama dalam aktivitas ekonomi maupun sosial,” cetus Dicky.

Lebih jauh, Dicky juga menyentil isu lapangan kerja. Ia mengingatkan sektor perbankan untuk mematuhi regulasi kuota penyerapan tenaga kerja disabilitas, yakni minimal dua persen di instansi pemerintah dan satu persen di sektor swasta.

“Kami berharap sektor perbankan dapat menjadi salah satu pelopor dalam membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi penyandang disabilitas, termasuk di posisi pelayanan,” harapnya.

Sinyal positif langsung ditangkap oleh pelaku industri. Direktur Teknologi Informasi Bank BJB, Muhammad As’adi Budiman mengakui bahwa dunia perbankan kini dituntut bergerak lebih adaptif dan lincah merespons kebutuhan masyarakat luas.

Bagi As'adi, penguasaan bahasa isyarat bakal menjadi nilai tawar (value) yang sangat tinggi bagi frontliner modern saat ini.

“Ke depan, kami berharap semakin banyak sektor perbankan yang turut membuka kesempatan kerja bagi teman-teman disabilitas. Mereka memiliki kemampuan dan potensi yang sama untuk berkembang,” tandasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya