Berita

Mantan Capres 2024, Anies Baswedan. (Foto: Istimewa)

Politik

Anies Sejak Lama Soroti Regulasi Pemindahan IKN

SENIN, 18 MEI 2026 | 11:09 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan Jakarta masih berstatus sebagai ibu kota negara terus menjadi perbincangan. Apalagi setelah Anies Baswedan turut memberikan respons dengan menyebut putusan MK selaras dengan undang-undang yang berlaku.

Pengamat politik Adi Prayitno menilai sikap Anies tersebut menunjukkan bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta itu sejak lama memahami secara regulatif bahwa status ibu kota negara belum sepenuhnya berpindah dari Jakarta ke IKN.

“Keyakinan Anies itu menebalkan pandangan bahwa sejak dulu Anies memahami regulasi bahwa ibu kota Indonesia masih di Jakarta,” kata Adi lewat kanal Youtube, Senin, 18 Mei 2026.


Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia itu, publik kemudian mengaitkan pernyataan tersebut dengan sikap politik Anies pada masa Pilpres 2024 yang cenderung kritis terhadap proyek IKN, termasuk posisi partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Perubahan.

Adi mengingatkan, Anies sejak awal memang memiliki pandangan berbeda terkait konsep pemerataan pembangunan nasional. Saat itu, Anies menilai membangun kota baru di tengah hutan berpotensi melahirkan ketimpangan baru dan bukan solusi utama pemerataan.

“Kalau tujuannya pemerataan pembangunan, bukan dengan membangun kota baru,” ujar Adi mengutip pandangan Anies saat masa kontestasi Pilpres lalu.

Ia menjelaskan, secara gagasan Anies lebih mendorong penguatan kota-kota kecil di berbagai daerah agar berkembang menjadi kota menengah hingga kota besar melalui dukungan infrastruktur, kebijakan, dan stimulus pembangunan yang merata.

Adi juga menyoroti perubahan sikap politik sejumlah partai yang sebelumnya kritis terhadap IKN namun kini mulai melunak setelah bergabung atau mendukung pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Menurutnya, bergabungnya Partai Kebangkitan Bangsa ke koalisi pemerintahan otomatis membuat partai tersebut mendukung seluruh kebijakan pemerintah, termasuk pembangunan IKN.

Sementara itu, sikap resmi Partai Keadilan Sejahtera dan Partai NasDem dinilai belum sepenuhnya terlihat meski keduanya telah menyatakan siap bekerja sama dan mendukung pemerintahan saat ini.

“Secara substantif dan politik PKS dan NasDem menyatakan siap mendukung pemerintahan hari ini,” ujarnya.

Adi pun menilai dinamika tersebut menunjukkan politik sangat cair, di mana lawan politik pada masa lalu dapat berubah menjadi mitra politik dalam pemerintahan.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya