Berita

Ilustrasi Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. (Foto: Artificial Intelligence)

Politik

Rombongan Trump Buang Semua Barang China, Pengamat: Perang Intelijen Masuk Level Paranoia Strategis

MINGGU, 17 MEI 2026 | 23:34 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Hubungan Amerika Serikat (AS) dan China kembali memperlihatkan wajah keras di balik diplomasi penuh senyum. 

Di tengah kunjungan kenegaraan Presiden AS Donald Trump ke Beijing pada 13-15 Mei 2026, muncul fakta mengejutkan bahwa seluruh barang pemberian dari pihak China dibuang oleh delegasi Amerika sebelum menaiki Air Force One.

Laporan itu diungkap Koresponden Gedung Putih New York Post, Emily Goodin, melalui akun X miliknya. Ia menyebut staf keamanan AS memerintahkan seluruh rombongan, termasuk jurnalis, untuk tidak membawa satu pun barang asal China ke dalam pesawat kepresidenan.


Barang-barang seperti kartu pers, pin delegasi, hingga ponsel sekali pakai yang diberikan selama kunjungan dikumpulkan dan langsung dibuang ke tempat sampah di dekat tangga Air Force One sebelum keberangkatan dari Beijing.

Di depan publik, Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping memang tampak hangat dan penuh senyum. Namun di balik layar, ketegangan keamanan dan kecurigaan intelijen ternyata berada pada level sangat tinggi.

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai tindakan delegasi AS tersebut bukan sekadar prosedur keamanan biasa, melainkan sinyal bahwa rivalitas Washington-Beijing sudah memasuki fase “paranoia strategis”.

“Ini bukan soal souvenir atau barang biasa. Dalam dunia intelijen modern, benda sekecil apa pun bisa menjadi medium pengumpulan data,” ujar Amir, dikutip Minggu 17 Mei 2026.

Menurut Amir, langkah delegasi AS membuang seluruh barang dari China menunjukkan bahwa Washington memandang Beijing bukan lagi sekadar kompetitor ekonomi, melainkan ancaman strategis multidimensi.

“Amerika takut terhadap kemungkinan penyadapan elektronik, pelacakan digital, penanaman chip, hingga operasi cyber intelligence melalui benda-benda yang terlihat sepele,” kata Amir.

Amir menjelaskan, praktik seperti itu sebenarnya bukan hal baru dalam dunia intelijen internasional. Dalam era perang teknologi dan artificial intelligence, perangkat sederhana sekalipun bisa dimanfaatkan untuk operasi pengumpulan informasi.

“Ponsel sekali pakai, pin delegasi, bahkan kartu identitas elektronik dapat menjadi instrumen untuk membaca pola komunikasi, lokasi, biometrik, hingga kebiasaan pengguna,” pungkas Amir.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya