Berita

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

Hukum

KPK Ungkap Simpul Pengusaha Heri Black dan Gito Huang di Pusaran Suap Bea Cukai

MINGGU, 17 MEI 2026 | 09:03 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini tengah mengurai simpul pengusaha Gito Huang dengan pengusaha Heri Setiyono alias Heri Black dalam dugaan korupsi importasi barang yang melibatkan sejumlah pejabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Jurubicara KPK, Budi Prasetyo tak menampik jika penyidik telah mengantongi temuan atau informasi awal simpul Gito Huang yang dikabarkan beneficial owner Blueray Cargo dengan Heri Black yang merupakan bos PT Putra Srikaton Logistics (PSL). Selain jasa transportasi logistik, salah satu usaha Heri Black bergerak dibidang pengurusan jasa kepabeanan (PPJK) di Semarang.

Lama berkecimpung di pelabuhan Tanjung Mas Semarang, lelaki yang disebut-sebut penguasa setempat itu memiliki koneksi yang cukup luas. Salah satunya dengan pegawai dan pejabat Bea dan Cukai Tanjung Mas Semarang dan Kanwil Bea Cukai Jateng DIY.


"Nanti kita akan lihat ya, kaitannya seperti apa. Nah ini kan masih simpul-simpul yang kita coba lihat korelasinya seperti apa, sehingga konstruksinya menjadi lebih terang," kata Budi seperti dikutip RMOL, Minggu, 17 Mei 2026.

Budi mengatakan, sejumlah aspek terkait simpul tersebut akan didalami lebih lanjut oleh penyidik KPK. Terlebih penyidik telah mengantongi bukti tambahan dari penggeledahan di kediaman Heri Black beberapa waktu lalu.

"Bagaimana praktik-praktik dalam importasi barang, bagaimana barang itu harusnya dibatasi atau bahkan dilarang. Misalnya harus masuk jalur merah, tapi kemudian tidak diperiksa. Nah itu seperti apa mekanismenya. Nah apakah ada perlakuan-perlakuan khusus? Oleh siapa? Mengapa? Bagaimana? Jumlahnya berapa? Nah itu kita akan terus dalami," tegas Budi.

Sedianya, Gito Huang dan Heri Black telah diagendakan diperiksa penyidik KPK beberapa waktu lalu. Namun keduanya diketahui tak hadir.

Gito Huang mangkir pada jadwal pemeriksaan sebagai saksi pada Kamis, 12 Maret 2026. Sementara Heri Black mangkir dari agenda pemeriksaan, Jumat, 8 Mei 2026. Atas ketidakhadiran itu, KPK akan menjadwalkan ulang pemeriksaan Heri Black dan Gito Huang.

"GH (Gito Huang) sebelumnya sudah dijadwalkan untuk pemeriksaan yang bersangkutan sebagai saksi. Tapi karena memang kondisi kesehatan dan yang bersangkutan juga sedang menjalani pengobatan, maka kemudian nanti kita akan jadwalkan kembali," terang Budi.

Budi menyebut bahwa, keterangan Gito dibutuhkan untuk menjelaskan kasus suap impor. KPK menduga Gito berkaitan dengan Blueray Cargo selaku forwader barang dalam kasus suap importasi. KPK juga menduga Heri Black terafiliasi dengan Blueray Cargo dalam kasus ini.

"Ya, tentu kita butuh juga informasi keterangan dari yang bersangkutan khususnya yang berkaitan dengan PT BR selaku forwarder dalam perkara ini," ujar Budi.

Selain menggeledah rumah Heri Black, pada Selasa, 12 Mei 2026, tim penyidik juga menggeledah dan menyita kontainer milik importir yang terafiliasi dengan Blueray. Kontainer tersebut berada di Pelabuhan Tanjung Emas, di mana pemilik kontainer lebih dari 30 hari tidak mengajukan pemberitahuan impor barang ke bea cukai.

Kontainer kemudian dibuka dan berisi barang yang termasuk dalam kriteria dilarang atau dibatasi pemasukannya (impor), yaitu sparepart kendaraan.

Dalam perkara ini, John Field selaku pimpinan Blueray Cargo Group bersama Dedy Kurniawan Sukolo selaku Manager Operasional Custom Pelabuhan Blueray Cargo dan Andri selaku Ketua Tim Dokumen Importasi Blueray Cargo telah menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Rabu, 6 Mei 2026.

Dalam dakwaan dijelaskan, perkara bermula sekitar Mei 2025 ketika John Field bertemu Rizal selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) DJBC periode September 2024-Januari 2026 di sebuah restoran di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kemudian pada Juni 2025, John kembali bertemu Sisprian Subiaksono selaku Kasubdit Intelijen Direktorat P2 DJBC di kantor pusat DJBC, Jakarta Timur. Dalam pertemuan itu, John diperkenalkan kepada Orlando Hamonangan Sianipar selaku Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat P2 DJBC.

Rizal kemudian menyampaikan akan mengadakan pertemuan antara pejabat-pejabat DJBC dengan para pengusaha kargo.

Pertemuan tersebut berlangsung pada Juli 2025 di Hotel Borobudur Jakarta dan dihadiri sejumlah pejabat DJBC, antara lain Djaka Budi Utama selaku Dirjen Bea dan Cukai, Rizal, Sisprian, serta Orlando bersama para pengusaha kargo, termasuk John Field.

Setelah pertemuan itu, Orlando diduga memerintahkan Fillar Marindra selaku pelaksana pada Subdirektorat Intelijen Direktorat P2 DJBC untuk menyusun rule set targeting guna mengakomodasi kepentingan Blueray Cargo agar barang impor milik perusahaan tersebut lebih mudah lolos pengawasan kepabeanan.

Dalam perkara ini, John Field dkk didakwa memberikan uang Rp61,3 miliar dalam bentuk dolar Singapura serta fasilitas hiburan dan barang mewah senilai Rp1,845 miliar kepada sejumlah pejabat DJBC agar proses pengeluaran barang impor Blueray Cargo dipermudah.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya