Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Pakar Karier Ungkap Rahasia Sukses Wawancara Kerja

SABTU, 16 MEI 2026 | 13:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah persaingan kerja yang semakin ketat, kemampuan teknis kini bukan lagi satu-satunya hal yang dicari perusahaan. Pakar karier Erin McGoff mengatakan, perusahaan saat ini semakin menaruh perhatian besar pada kemampuan interpersonal seperti komunikasi, kerja sama, dan cara seseorang menghadapi konflik di tempat kerja.

Menurut McGoff, hal itu juga dipengaruhi perkembangan kecerdasan buatan atau AI yang mulai mengambil alih banyak pekerjaan teknis. Karena itu, perusahaan kini lebih fokus mencari kandidat yang memiliki sikap profesional dan mampu bekerja dengan orang lain.

“Saat AI mulai mengambil alih lebih banyak keterampilan teknis, kemampuan interpersonal menjadi sesuatu yang tidak bisa digantikan,” kata McGoff, dikutip dari CNBC International, Sabtu 16 Mei 2026.


Penulis buku “The Secret Language of Work: Hyper-Helpful Scripts for Every Situation" itu menambahkan bahwa perusahaan saat ini sangat memprioritaskan sikap, kepribadian, dan kecocokan budaya kerja karena kemampuan teknis masih bisa dipelajari seiring waktu.

Salah satu pertanyaan yang sering muncul dalam wawancara kerja adalah, “Ceritakan saat Anda tidak setuju dengan atasan atau rekan kerja.” Pertanyaan ini sebenarnya bukan untuk mencari siapa yang benar atau salah, melainkan untuk melihat bagaimana kandidat menghadapi perbedaan pendapat secara dewasa dan profesional.

McGoff menyarankan agar kandidat tidak membahas konflik pribadi atau menjadikan sesi wawancara sebagai tempat mengeluhkan mantan atasan. Menurutnya, jawaban terbaik adalah yang tetap fokus pada persoalan pekerjaan atau perbedaan strategi dalam proyek.

“Alih-alih membahas perbedaan pribadi, Anda harus tetap berorientasi pada bisnis. Itu adalah hal yang dewasa untuk dilakukan,” ujarnya.

Ia juga menyarankan agar kandidat menggambarkan situasi tersebut sebagai “perbedaan perspektif profesional”, bukan pertengkaran atau perselisihan besar.

Sebagai contoh, kandidat bisa menjelaskan bahwa dalam pekerjaan sebelumnya mereka pernah memiliki pandangan berbeda terkait strategi proyek untuk klien. Namun, alih-alih memaksakan pendapat, mereka memilih berdiskusi secara langsung dengan atasan untuk mencari solusi terbaik.

McGoff menyarankan penggunaan metode STAR dalam menjawab pertanyaan seperti ini, yakni menjelaskan situasi, tugas, tindakan yang diambil, dan hasil akhirnya. Dengan cara itu, jawaban akan terdengar lebih runtut dan mudah dipahami perekrut.

Kandidat juga disarankan menunjukkan bagaimana mereka menyampaikan pendapat secara tenang, terbuka terhadap kompromi, dan tetap mengutamakan kepentingan tim maupun klien. Hasil akhirnya pun sebaiknya menonjolkan dampak positif, misalnya proyek berjalan sukses atau hubungan kerja tetap baik setelah perbedaan pendapat terjadi.

Menurut McGoff, inti dari jawaban tersebut bukan untuk menunjukkan bahwa atasan salah, melainkan membuktikan bahwa kandidat mampu menghadapi “konflik sehat” di lingkungan kerja.

“Konflik yang sehat adalah cara kita menyelesaikan pekerjaan,” kata McGoff. 

“Anda harus belajar bagaimana berbeda pendapat secara profesional, jika tidak, Anda tidak akan pernah berkembang dalam karier," ujarnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya