Berita

Pegawai Bea Cukai, Ahmad Dedi (Foto: RMOL Abdul Rouf)

Hukum

KPK Temukan Dugaan Aliran Duit Cukai ke Pegawai Bea Cukai

JUMAT, 15 MEI 2026 | 13:18 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga pegawai Fungsional Madya PNS Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan, Ahmad Dedi turut menerima uang terkait pengurusan pita cukai rokok dan minuman keras (miras).

Jurubicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, penyidik menemukan adanya pencampuran aliran uang dalam barang bukti yang disita. Uang tersebut diduga berasal dari pengurusan importasi barang maupun pengurusan pita cukai.

“Dalam temuan di penggeledahan, uang ini sudah bercampur antara uang dari proses pengurusan importasi barang serta yang berkaitan dengan pengurusan pita cukai,” kata Budi seperti dikutip RMOL, Jumat, 15 Mei 2026.


Menurut Budi, penyidik masih mendalami apakah penerimaan uang tersebut lebih dominan berkaitan dengan pengurusan bea masuk atau pengurusan cukai rokok dan miras.

“Sehingga bisa jadi ini dua-duanya. Tapi nanti masih akan didalami terkait penerimaan itu berkaitan secara spesifik dengan bea atau cukainya,” ujarnya.

Sebelumnya, Ahmad Dedi telah diperiksa tim penyidik pada Jumat, 8 Mei 2026. Dalam pemeriksaan itu, ia didalami terkait dugaan penerimaan uang dari perusahaan kargo Blueray Cargo.

Dalam perkara ini, pimpinan Blueray Cargo Group, John Field bersama Manager Operasional Custom Pelabuhan Blueray Cargo, Dedy Kurniawan Sukolo dan Ketua Tim Dokumen Importasi Blueray Cargo, Andri telah menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, 6 Mei 2026.

Dalam surat dakwaan dijelaskan, perkara bermula pada Mei 2025 saat John Field bertemu Rizal di sebuah restoran di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Saat itu, Rizal menjabat Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) DJBC periode September 2024 hingga Januari 2026.

Selanjutnya, pada Juni 2025, John kembali bertemu Sisprian Subiaksono di kantor pusat DJBC, Jakarta Timur. Dalam pertemuan tersebut, John diperkenalkan kepada Orlando Hamonangan Sianipar.

Rizal kemudian disebut menginisiasi pertemuan antara sejumlah pejabat DJBC dengan para pengusaha kargo. Pertemuan berlangsung pada Juli 2025 di Hotel Borobudur Jakarta dan dihadiri sejumlah pejabat DJBC, termasuk Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budi Utama, Rizal, Sisprian, Orlando, serta para pengusaha kargo, termasuk John Field.

Usai pertemuan tersebut, Orlando diduga memerintahkan Fillar Marindra untuk menyusun *rule set targeting* guna mengakomodasi kepentingan Blueray Cargo. Langkah itu diduga dilakukan agar barang impor milik perusahaan tersebut lebih mudah lolos pengawasan kepabeanan.

Dalam perkara ini, John Field dan kawan-kawan didakwa memberikan uang senilai Rp61,3 miliar dalam bentuk dolar Singapura, serta fasilitas hiburan dan barang mewah senilai Rp1,845 miliar kepada sejumlah pejabat DJBC. Pemberian itu diduga dilakukan agar proses pengeluaran barang impor Blueray Cargo dipermudah.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya